Pemerintah Aceh mulai memberikan imunisasi campak-rubella (MR) kepada tenaga kesehatan untuk menekan penularan campak yang masih tinggi di daerah. Program ini menyasar tenaga medis, tenaga kesehatan, dan dokter internship di fasilitas layanan kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Kementerian Kesehatan. Imunisasi ini bertujuan melindungi tenaga kesehatan dari risiko tertular dan mencegah penularan di fasilitas layanan kesehatan.
Kasus Campak di Aceh
- 5.063 kasus campak klinis tercatat pada 2025, dengan 1.233 kasus terkonfirmasi positif campak dan enam kasus rubella.
- Aceh Besar, Bireuen, Pidie, Aceh Barat Daya, dan Banda Aceh merupakan daerah dengan jumlah kasus tertinggi.
- Hingga Maret 2026, tercatat 724 kasus campak klinis, dengan 124 kasus positif campak dan satu kasus rubella.
Cakupan Imunisasi yang Rendah
- Cakupan imunisasi dasar lengkap di Aceh hanya 34,3 persen pada 2025.
- Cakupan imunisasi MR pada bayi sebesar 39,9 persen dan pada anak bawah dua tahun (baduta) hanya 23 persen.
Tantangan Program Imunisasi
- Keterbatasan cakupan layanan, kualitas pelayanan, sistem pencatatan dan pelaporan.
- Adanya penolakan masyarakat terhadap imunisasi.
Pemerintah Aceh berharap program ini dapat menekan risiko penularan di fasilitas pelayanan kesehatan dan mendorong peningkatan cakupan imunisasi di masyarakat secara luas.
Baca Sumber Asli
Ingin memverifikasi informasi lebih lanjut?

