News
Lonjakan ISPA 40% di Nagan Raya, Warga Terpapar Polusi Industri
9 jam yang lalu
Lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Nagan Raya mencapai 40% dalam dua tahun terakhir. Data Dinas Kesehatan Nagan Raya menunjukkan peningkatan dari 512 kasus pada 2024 menjadi 728 kasus pada 2025. Warga di beberapa gampong, seperti Padang Rubek dan Lhok, terpapar debu dan polusi industri setiap hari tanpa perlindungan memadai.
Yayasan Apel Green Aceh menyoroti praktik pengelolaan limbah Fly Ash and Bottom Ash (FABA) yang dilakukan secara terbuka tanpa alas terpal atau bangunan pelindung. Selain polusi udara, pembuangan air bahang dengan suhu tinggi dan tingkat pH yang tidak normal juga menjadi perhatian. Warga mengeluh berbagai penyakit kronis, mulai dari ISPA hingga batuk berdarah.
Dampak Polusi Industri
- Lonjakan ISPA: Kasus ISPA meningkat dari 512 pada 2024 menjadi 728 pada 2025.
- Polusi Udara: Praktik pengelolaan limbah FABA yang terbuka menyebabkan debu halus berbahaya terbang ke pemukiman warga.
- Air Bahang: Pembuangan air bahang dengan suhu 30,5°C hingga 35,5°C dan tingkat pH 7,8 hingga 8,3.
- Penyakit Kronis: Warga mengeluh berbagai penyakit, termasuk ISPA, penyakit kulit, dan batuk berdarah.
Kritik terhadap AMDAL
- Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dinilai gagal memotret penderitaan nyata warga.
- Yayasan Apel Green Aceh mendorong lahirnya data alternatif berbasis pengalaman warga untuk kebijakan lingkungan yang lebih baik.
- Evaluasi lingkungan harus melibatkan suara masyarakat yang selama ini dibungkam.
