News
Gajah Liar Rusak Kebun Warga Keumala Pidie, Petani Kecewa dan Putus Asa
20 Januari 2026 15:03
Kawanan gajah liar kembali merusak kebun-kebun warga di Keumala, Pidie, menyebabkan kerugian besar bagi petani. Konflik antara gajah liar dan manusia ini telah berlangsung selama sepuluh tahun dan memerlukan penanganan serius dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
Sekjen TOMPi, Muhammad Nur, meminta BKSDA untuk membangun pos Conservation Response Unit (CRU) di Gampong Cot Kreh, Kabupaten Pidie. Permintaan ini dilatarbelakangi oleh maraknya konflik antara gajah liar dengan manusia di kawasan tersebut.
Dampak Kerusakan
- Kawanan gajah liar yang diperkirakan berjumlah 40 individu merusak tanaman langsat dan duku milik petani di Glee Barat.
- Kebun duku milik M Gade seluas 2 hektare yang sudah masuk masa panen pada Januari 2026 dirusak oleh gajah liar.
- Pohon-pohon duku sampai patah, sehingga kebun miliknya tidak bisa difungsikan lagi.
- Kebun langsat milik Lukman Abdullah di Gampong Cot Kreh juga dirusak oleh kawanan gajah liar.
Permintaan Penanganan
- Muhammad Nur meminta BKSDA untuk lebih bertanggung jawab dan serius dalam menangani persoalan konflik satwa dan manusia di Keumala, Pidie.
- BKSDA diminta untuk segera membangun pos CRU Gajah di Gampong Cot Kreh, Keumala, Pidie.
- Pos CRU ini sangat penting dibangun untuk menghalau kawanan gajah liar yang turun ke kebun–kebun warga.
Kerugian Petani
- Petani merasa kecewa dan putus asa karena usaha bertahun-tahun menjadi sia-sia.
- Lukman Abdullah, warga Keumala, mengatakan bahwa petani juga butuh ruang untuk hidup di negara ini.
- Muhammad Nur menilai BKSDA selama ini seperti menutup mata dan membiarkan konflik terus terjadi sehingga warga tidak berdaya.
Tindakan BKSDA
- BKSDA diminta untuk menurunkan tim ke lapangan untuk menghalau dan menggiring gajah-gajah liar tersebut ke habitatnya.
- Muhammad Nur berharap pihak BKSDA dapat segera membangun pos CRU Gajah di Gampong Cot Kreh, Keumala, Pidie.
- Pihak BKSDA perlu melakukan mitigasi dan melakukan tindakan pencegahan sebelum gajah-gajah ini turut merusak kebun-kebun masyarakat secara massif.
