Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Kebangkitan Petani Garam Aceh: Revitalisasi Tambak Garam dengan Anggaran Rp 25 Miliar

09 Februari 2026 21:18

Kebangkitan Petani Garam Aceh: Revitalisasi Tambak Garam dengan Anggaran Rp 25 Miliar

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia akan revitalisasi tambak garam di Provinsi Aceh dengan anggaran sebesar Rp 25 miliar. Ini menjadi angin segar bagi masyarakat pesisir pantai Aceh, terutama bagi petani garam lokal dan petambak bidang perikanan yang terdampak banjir bandang pada November 2025 lalu.

Program ini tidak hanya melibatkan perbaikan fasilitas fisik, tetapi juga transformasi manajemen sehat dan sejahtera bagi para petani dan pengusaha garam lokal menuju industrialisasi produk garam.

Urgensi dan Langkah Strategis

  • Anggaran Rp 25 Miliar: Diberikan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk revitalisasi tambak garam.
  • Sinergi Lintas Sektoral: Melibatkan DKP Provinsi Aceh dan Rumah Garam Aceh (RGA) untuk pendampingan teknis.
  • Dampak Banjir Bandang: Produksi garam lokal anjlok hingga 50%, harga melonjak 25%.
  • Perbaikan Lahan: 37,18 hektar lahan usaha petani garam akan diperbaiki.
  • Migrasi Teknologi: Pindah dari metode garam rebus tradisional ke sistem tunnel yang lebih efisien.
  • Kemandirian Ekonomi: Mendorong kemandirian ekonomi Aceh di bidang usaha garam.

Program ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Aceh terhadap pasokan bahan baku garam dari luar daerah dan meningkatkan kualitas serta kuantitas produksi garam lokal.

Kebangkitan Petani Garam Aceh: Revitalisasi Tambak Garam dengan Anggaran Rp 25 Miliar
0123456789