Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Murid Aceh Tamiang Belajar Metode Gasing Atasi Ketertinggalan Pascabanjir

4 jam yang lalu

Banjir yang melanda Aceh Tamiang meninggalkan dampak panjang bagi pendidikan anak-anak. Untuk mengejar ketertinggalan belajar, terutama dalam kemampuan berhitung, sejumlah murid SD diajarkan metode Gasing (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan). Program ini diinisiasi oleh BCA dan dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang.

Metode Gasing dipilih karena dinilai sederhana dan mampu membantu siswa mengejar ketertinggalan dengan cepat. Pelatihan ini melibatkan sekitar 50 murid dan 10 guru, dengan harapan peserta dapat menularkan metode yang didapat kepada siswa dan guru lain di sekolah.

Fokus pada Fondasi Numerik

  • Tujuan utama: Memastikan anak-anak tidak kehilangan fondasi kemampuan numerik akibat terputusnya proses belajar.
  • Dampak jangka panjang: Efek dari ketertinggalan belajar dapat terasa hingga 2 sampai 10 tahun ke depan.
  • Kolaborasi: Program ini melibatkan pemerintah daerah dan Yohanes Surya untuk mempercepat pemulihan.

Pendekatan Praktis

  • Metode berhitung cepat: Yohanes Surya hadir langsung memandu pelatihan dengan pendekatan berhitung cepat yang praktis.
  • Efek berantai: Peserta pelatihan diharapkan menularkan kembali metode yang didapat kepada siswa dan guru lain di sekolah.
  • Penguatan dasar: Pelatihan menitikberatkan pada penguatan dasar berhitung sebagai fondasi belajar, terutama bagi siswa yang terdampak gangguan pendidikan akibat bencana.
Murid Aceh Tamiang Belajar Metode Gasing Atasi Ketertinggalan Pascabanjir