News
Kemenag Aceh Besar dan Densus 88 Cegah Radikalisme di Madrasah dan Keluarga
13 jam yang lalu
Kantor Kemenag Kabupaten Aceh Besar menggandeng Densus 88 Anti Teror untuk mensosialisasikan pencegahan paham radikalisme dan terorisme kepada para kepala madrasah dan Kantor Urusan Agama (KUA) setempat. Sosialisasi ini bertujuan memperkuat pemahaman pencegahan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran paham IRET yang berpotensi merusak generasi penerus dan mengancam persatuan bangsa.
Kepala Kemenag Aceh Besar, Saifuddin, menyatakan bahwa pencegahan ini harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari lingkungan pendidikan hingga keluarga. Ia menekankan bahwa semua pihak memiliki peran penting untuk mencegah agar generasi penerus tidak terpengaruh paham yang menyimpang.
Ancaman Paham IRET Semakin Kompleks
- Media Sosial dan Permainan Digital: Ancaman paham IRET semakin kompleks dan masuk dari berbagai saluran, terutama media sosial dan permainan digital yang mengandung unsur kekerasan.
- Dampak pada Anak-anak: Anak-anak menjadi sasaran empuk dari kelompok teror untuk penyebaran paham radikalisme hingga menjadi pelaku terorisme.
- Minimnya Pengawasan: Kasus-kasus yang berkaitan dengan pengaruh negatif tersebut sudah banyak terjadi di berbagai daerah, termasuk Aceh, tidak terlepas dari minimnya pengawasan orang tua dan guru terhadap penggunaan gawai pada anak.
Kolaborasi untuk Pencegahan
- Peran Madrasah dan KUA: Densus 88 AT terus berupaya dan mendorong langkah-langkah pencegahan dengan melibatkan berbagai pihak seperti madrasah dan KUA.
- Pentingnya Kolaborasi: Pencegahan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Perlu kolaborasi semua elemen agar ancaman ini dapat diminimalkan.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan dan pemahaman masyarakat Aceh Besar dalam mencegah penyebaran paham radikalisme dan terorisme, serta melindungi generasi penerus dari pengaruh negatif.
