News
Kementan Alokasikan Rp336 Miliar untuk Rehabilitasi Sawah Terdampak Banjir di Aceh
16 Februari 2026 11:07
Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan anggaran sebesar Rp336 miliar untuk merehabilitasi lahan sawah yang terdampak banjir bandang di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Dana tersebut difokuskan untuk memperbaiki sawah dengan tingkat kerusakan ringan hingga sedang agar petani dapat segera kembali bercocok tanam.
Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan, Hermanto, mengatakan alokasi anggaran ini merupakan tindak lanjut dari groundbreaking rehabilitasi lahan sawah yang telah dimulai pada 15 Januari 2026.
Tindak Lanjut Rehabilitasi
- Program perbaikan tetap berjalan meskipun curah hujan pada Januari hingga Maret 2026 diperkirakan berada pada intensitas menengah hingga tinggi.
- Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan lahan sawah yang sedang maupun telah diperbaiki kembali tertutup sedimentasi akibat luapan sungai dan aliran air hujan.
- Tim teknis menyesuaikan strategi pemulihan lahan berdasarkan kondisi lapangan.
Strategi Pemulihan Lahan
- Kementan akan melakukan survei ulang guna mengidentifikasi sedimen atau endapan lumpur baru di area terdampak.
- Biaya penanganan meliputi pembuangan sedimen di lahan, di saluran irigasi, dan lain-lain.
- Sawah dengan kerusakan ringan diperbaiki melalui program optimasi lahan.
- Sawah dengan tingkat kerusakan sedang hingga berat ditangani melalui rehabilitasi khusus berdasarkan dokumen rencana teknis dan pagu anggaran.
Target dan Pelaksanaan
- Upaya perbaikan selaras dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menargetkan optimasi lahan sawah terdampak hingga 32.000 hektar.
- Kegiatan tersebut meliputi pembersihan lahan, perbaikan infrastruktur, penataan lahan, pengolahan, hingga pemanfaatan lahan.
- Rehabilitasi lahan sawah terdampak bencana dialokasikan seluas 9.900 hektar.
- Program dilaksanakan dengan melibatkan petani lokal dan pemerintah daerah agar penanganan sesuai kondisi riil di lapangan.
