News
Keracunan Massal Santri Aceh Singkil, Legalitas Dapur MBG Dipertanyakan
13 Februari 2026 11:03
Sedikitnya 35 santri dari Pondok Pesantren Darul Mustofa Bukit Harapan, Kecamatan Gunung Meriah, dan Bunga Al-Qur’an, diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) beberapa waktu lalu. Para santri dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat RSUD Aceh Singkil dengan keluhan sakit perut, muntah, dan pusing. Salah seorang santri mengaku mencium bau tidak sedap dari makanan saat kemasan dibuka.
Dapur penyedia MBG yang dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini dihentikan sementara operasionalnya. Sampel makanan serta muntahan korban telah dikirim ke laboratorium BPOM untuk dilakukan pengujian.
Keracunan Massal Santri
- 35 santri dari dua pondok pesantren di Aceh Singkil diduga mengalami keracunan makanan.
- Keluhan utama: sakit perut, muntah, dan pusing.
- Sampel makanan dan muntahan dikirim ke laboratorium BPOM untuk pengujian.
- Dapur MBG dihentikan sementara operasionalnya.
Permintaan Transparansi
Sekretaris Jenderal Aliansi Muda Penggerak Aceh Singkil (AMPAS), Budi Harjo, meminta pemerintah daerah membuka secara transparan legalitas operasional dapur tersebut. Ia mempertanyakan apakah dapur SPPG telah mengantongi izin lengkap serta lolos verifikasi laik higienis sanitasi dari Dinas Kesehatan sebelum beroperasi.
Tanggapan Pemerintah
Bupati Aceh Singkil Safriadi Oyon menyatakan pemerintah telah memerintahkan pengambilan sampel makanan dan akan memperketat pengawasan terhadap dapur penyedia MBG. Dapur SPPG disebut akan diberikan peringatan sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintah daerah menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.
