Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Pelajar Sawang Naik Rakit ke Sekolah, Orang Tua Resah Pasca Banjir

6 jam yang lalu

Banjir bandang yang melanda Aceh Utara pada akhir November 2025 lalu telah menghancurkan jembatan di Krueng Sawang, memaksa pelajar di Desa Gunci, Kecamatan Sawang, untuk naik rakit demi mencapai sekolah. Orang tua seperti Iqbal (32) mengaku selalu was-was akan keselamatan anaknya yang harus antre dan menyebrangi sungai setiap hari.

Jembatan yang sebelumnya menghubungkan empat gampong—Gunci, Blang Cut, Lhok Cut, dan Kubu—belum dibangun kembali, meninggalkan ribuan warga tergantung pada dua rakit dan dua boat karet bantuan.

Dampak Banjir Terhadap Pendidikan

  • Pelajar harus bangun lebih pagi (pukul 06.30 WIB atau lebih awal) untuk antre naik rakit.
  • Sekolah terpaksa libur saat air sungai naik dan rakit tidak bisa beroperasi.
  • Orang tua khawatir akan risiko keselamatan anak saat penyebrangan.

Kondisi Infrastruktur Pasca Banjir

  • Lebar sungai kini mencapai 250 meter, jauh lebih lebar dari sebelum banjir.
  • Jembatan darurat yang dibangun setelah banjir 2024 juga hancur pada November 2025.
  • Dua rakit dan dua boat karet menjadi satu-satunya alat transportasi penyebrangan.

Warga berharap pemerintah segera membangun jembatan baru untuk mengembalikan akses yang aman bagi pelajar dan masyarakat.

Pelajar Sawang Naik Rakit ke Sekolah, Orang Tua Resah Pasca Banjir