Timeline Aceh
ajnn.net
ajnn.net

Kerusakan Infrastruktur Banjir Langsa Capai Rp 873,5 Miliar, Dampak Berat ke Warga

10 Februari 2026 08:27

Kerusakan infrastruktur akibat banjir di Langsa mencapai Rp 873,5 miliar. Dampak bencana hidrometeorologi tersebut meluas ke sejumlah sub-sektor vital, mulai dari transportasi, sumber daya air, sanitasi, energi, hingga pos dan telekomunikasi.

Berdasarkan laporan Kajian Kebutuhan Pascabencana (Jitu Pasna) Hidrometeorologi Kota Langsa yang dihimpun AJNN, Selasa, 10 Februari 2025, total nilai tersebut terdiri atas kerusakan sebesar Rp 809.049.792.919 dan kerugian mencapai Rp 64.493.056.175.

Kerusakan Subsektor Transportasi

  • Kerusakan terbesar terjadi pada subsektor transportasi.
  • Infrastruktur yang terdampak meliputi jalan dan jembatan, marka jalan, zebra cross, traffic light, penerangan jalan umum, serta berbagai perlengkapan jalan lainnya.
  • Hampir seluruh ruas jalan di Kota Langsa dilaporkan mengalami kerusakan dengan kategori rusak berat.

Kerusakan Subsektor Sumber Daya Air

  • Banjir menyebabkan kerusakan signifikan pada saluran induk, tanggul sungai, dan jaringan irigasi.
  • Kerusakan tersebut dinilai berpotensi mengganggu pengendalian banjir lanjutan dan distribusi air bagi masyarakat.

Dampak pada Air Bersih dan Sanitasi

  • Dampak serius terjadi pada subsektor air bersih dan sanitasi, terutama pada fasilitas water treatment milik PDAM Langsa.

Kerusakan Subsektor Energi

  • Kerusakan tercatat menimpa fasilitas SPBU, jaringan PLN, serta sejumlah perusahaan swasta lainnya.

Kerusakan Subsektor Pos dan Telekomunikasi

  • Banjir mengakibatkan kerusakan pada Kantor Pos dan fasilitas Telkom Langsa, yang berdampak terhadap layanan komunikasi dan distribusi logistik.

Analisis tingkat risiko menunjukkan kerusakan infrastruktur tersebut berdampak langsung terhadap kelancaran lalu lintas serta meningkatkan potensi kecelakaan di sejumlah titik. Kondisi ini dinilai memperburuk mobilitas warga dan aktivitas ekonomi pascabanjir.

Kerusakan Infrastruktur Banjir Langsa Capai Rp 873,5 Miliar, Dampak Berat ke Warga
0123456789