News
MPU Aceh Tekankan Tadarus dan Tarawih di Pengungsian Bencana
19 Februari 2026 17:16
Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk H Faisal Ali atau Abu Sibreh, menekankan pentingnya menghidupkan syiar keagamaan dan nilai-nilai spiritual bagi masyarakat yang terdampak bencana. Ia mengungkapkan bahwa MPU Aceh telah melakukan koordinasi dengan MPU kabupaten/kota serta pimpinan pondok pesantren untuk memastikan segmen spiritual tetap berjalan di lokasi bencana.
Menurut Abu Sibreh, meskipun bantuan fisik seperti makanan dan tempat tinggal sangat penting, aspek spiritual seringkali kurang mendapat perhatian. Ia berharap syiar spiritual dapat mengurangi trauma dan menjaga identitas keislaman masyarakat Aceh.
Upaya MPU Aceh
- MPU Aceh telah menginstruksikan pengurus di daerah untuk mengerahkan para santri dan ulama dari pondok pesantren guna mendampingi masyarakat di titik-titik bencana.
- Abu Sibreh telah meninjau langsung berbagai lokasi bencana untuk memetakan wilayah mana yang paling membutuhkan penguatan nilai spiritual.
- Fasilitas ibadah di hunian sementara (huntara) secara umum sudah tersedia, meski memiliki keterbatasan luas dan ukuran.
Pentingnya Syiar Spiritual
- Abu Sibreh menekankan bahwa shalat Tarawih harus tetap hidup di semua tempat pengungsian dan huntara.
- Ia berharap suasana buka puasa bersama tetap hidup di lokasi pengungsian.
- Menurutnya, musibah tidak boleh menjadi alasan bagi masyarakat untuk meninggalkan identitas dan adab yang selama ini dijunjung tinggi.
Kondisi Fasilitas Ibadah
- Fasilitas ibadah di huntara sudah tersedia, meski terbatas.
- Abu Sibreh menegaskan bahwa yang terpenting adalah menghidupkan fasilitas tersebut dengan aktivitas ibadah.
- Ia mengapresiasi ketabahan masyarakat Aceh dalam menghadapi musibah dan berharap syiar spiritual dapat mengurangi trauma masyarakat.
