News
Pers Aceh Dibutuhkan Sebagai Penjernih Informasi di Era Disrupsi
09 Februari 2026 16:57
Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Teguh Santosa, menegaskan peran pers profesional semakin penting di tengah derasnya arus disrupsi informasi yang kerap memicu kebingungan publik. Hal itu disampaikan Teguh saat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 JMSI yang digelar di Aula Hotel Horison Ultima Ratu, Serang, Banten, Sabtu, 8 Februari 2026.
Dia menyampaikan kondisi disrupsi informasi saat ini ibarat seperti banjir. Berbagai jenis informasi bercampur tanpa penyaring yang jelas. Situasi tersebut membuat masyarakat kesulitan menemukan informasi yang akurat dan dapat dipercaya.
Peran Pers Profesional
- Teguh Santosa menekankan bahwa pers profesional harus menjadi penjernih informasi di tengah banjir informasi.
- Dia mengungkapkan bahwa masyarakat Aceh membutuhkan informasi yang mencerahkan, faktual, konstruktif, dan produktif.
- Tema Bikin Terang Indonesia diusung JMSI sebagai respons atas tantangan era disrupsi.
- Tema tersebut diadopsi sejak musyawarah nasional JMSI sebagai komitmen organisasi dalam menghadirkan jurnalisme yang bertanggung jawab.
Nilai Toleransi dan Kebersamaan
- Teguh menilai, meski disrupsi informasi kerap dianggap sebagai ancaman, kondisi tersebut justru membuka peluang bagi media yang menjunjung etika dan profesionalisme.
- Ia meyakini publik pada akhirnya akan jenuh terhadap informasi provokatif dan sensasional yang tidak memberikan nilai tambah.
- Perayaan HUT ke-6 JMSI turut dihadiri sejumlah pejabat negara, di antaranya Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Wakil Menteri HAM Mugiyanto Sipin, dan Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, serta pejabat maupun tokoh masyarakat lainnya.
