News
Korban Banjir Pidie Jaya Terjebak di Plafon Rumah, Anak Menangis Akibat Kelaparan
27 Januari 2026 15:06
Banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, telah menyebabkan korban terperangkap di atas plafon rumah mereka. Zulfahmi Akbar (36) dan keluarganya terpaksa bertahan di atas plafon rumah selama tiga hari tiga malam akibat ketinggian air mencapai tiga hingga lima meter. Anak-anak mereka mengalami kelaparan dan menangis karena tidak ada makanan yang tersedia.
Zulfahmi dan keluarganya terpaksa naik ke atas plafon rumah sekitar pukul 22.00 WIB, dengan melubangi plafon rumahnya. Listrik mati sehingga suasana sangat gelap. Di telinganya hanya terdengar suara derasnya air di bawah yang sesekali menghantam dinding rumah.
Kisah Korban Banjir
- Zulfahmi dan keluarganya bertahan di atas plafon rumah selama tiga hari tiga malam.
- Anak-anak mereka mengalami kelaparan dan menangis karena tidak ada makanan yang tersedia.
- Zulfahmi membantu tetangganya dengan membuat jembatan darurat di atas genangan banjir.
- Zulfahmi memasang kain warna putih pada sebatang kayu untuk memberitahukan kepada petugas BASARNAS maupun BNPB.
Permintaan Bantuan
Zulfahmi mendesak pemerintah untuk mempercepat pemulihan pascabanjir melanda Pidie Jaya. Saat ini, telah dua bulan berjalan pascabanjir. Menurutnya, alat berat harus dikerahkan untuk membersihkan rumah warga yang masih terkubur dengan lumpur banjir. Sebab, membersihkan secara mandiri membutuhkan waktu sangat lama. Apalagi tanah lumpur yang melilit rumah telah keras.
Zulfahmi ingin menempati hunian sementara atau huntara yang telah dibangun pemerintah. Ia telah mengisi formulir untuk menempati huntara dan menginginkan Bulan Suci Ramadhan telah tinggal di huntara.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Banjir ini telah menyebabkan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan bagi warga Pidie Jaya. Warga meminta bantuan pemerintah untuk pemulihan pascabanjir dan penempatan di hunian sementara.
Permintaan Bantuan
Zulfahmi mendesak pemerintah untuk mempercepat pemulihan pascabanjir melanda Pidie Jaya. Saat ini, telah dua bulan berjalan pascabanjir. Menurutnya, alat berat harus dikerahkan untuk membersihkan rumah warga yang masih terkubur dengan lumpur banjir. Sebab, membersihkan secara mandiri membutuhkan waktu sangat lama. Apalagi tanah lumpur yang melilit rumah telah keras.
Zulfahmi ingin menempati hunian sementara atau huntara yang telah dibangun pemerintah. Ia telah mengisi formulir untuk menempati huntara dan menginginkan Bulan Suci Ramadhan telah tinggal di huntara.
