News
Pesantren Darur Rasyid Aceh Singkil Selamatkan 430 Santri dari Banjir dan Longsor
25 Januari 2026 15:05
Banjir dan longsor melanda Pesantren Darur Rasyid di Desa Silatong, Kecamatan Simpang Kanan, Aceh Singkil, pada 25 November 2025. Hujan deras menyebabkan luapan sungai Lae Cinendang dan Lae Sulampi, merendam asrama santri putra dan menghantam asrama santriwati dengan tanah longsor. Pimpinan pesantren segera menetapkan status siaga 1 dan membentuk Tim Siaga Bencana untuk evakuasi darurat.
Tim Siaga Bencana yang dikomandoi oleh Ketua Koordinator Gugus Depan Pesantren berhasil menyelamatkan 430 santri dan 32 pengasuh ke tempat aman. Evakuasi berlangsung hingga subuh, meskipun kondisi semakin sulit dengan listrik padam dan komunikasi terputus. Banyak barang milik santri, termasuk buku dan perlengkapan belajar, hanyut terbawa banjir.
Penanganan Darurat dan Ketangguhan
- Simulasi Bencana Rutin: Pesantren rutin menggelar simulasi bencana melalui gerakan kepramukaan, yang membantu tim siaga bertindak cepat dan terkoordinasi.
- Keselamatan Prioritas: Pimpinan pesantren menekankan bahwa keselamatan santri adalah prioritas utama, dengan pembagian peran yang jelas untuk menghindari kepanikan.
- Keterbatasan Logistik: Pasokan bahan makanan dan air bersih terhenti akibat terputusnya akses jalan dan kerusakan sumber air bersih.
- Nilai Kepramukaan: Ustaz Andika menggunakan nilai-nilai kepramukaan untuk menenangkan santri, dengan kegiatan bersama dan doa.
Dampak dan Pelajaran
- Kerugian Material: Ratusan santri kehilangan buku, kitab pelajaran, rapor, pakaian pribadi, dan perlengkapan belajar.
- Semangat Belajar: Meskipun bencana terjadi di tengah masa ujian akhir semester, santri tetap menunjukkan semangat belajar.
- Pelajaran Berharga: Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bagi pesantren-pesantren lain di bawah komunitas Gerakan Pramuka Pesantren Kwarda Aceh.
Kisah Pesantren Darur Rasyid menjadi potret ketangguhan pendidikan Islam di Aceh. Di tengah banjir, longsor, gelap gulita, dan keterbatasan logistik, kepemimpinan, disiplin, dan doa menjadi cahaya yang menjaga harapan tetap menyala.
