News
Syamsiah Bertahan di Tenda, Menanti Huntap Jelang Puasa di Bireuen
26 Januari 2026 21:22
Banjir bandang yang melanda Desa Pante Baro Kumbang, Bireuen, meninggalkan dampak mendalam bagi warga setempat. Syamsiah (47) dan keluarganya kini tinggal di tenda darurat setelah rumah dan warung kopi mereka hancur. Mereka berharap bantuan hunian tetap (Huntap) dan modal usaha untuk memulai kembali kehidupan menjelang Ramadhan.
Banjir bandang yang datang bersama aliran Krueng Peusangan menghancurkan 310 rumah di desa tersebut. Banyak warga kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi ke meunasah atau menumpang di rumah keluarga. Syamsiah memilih tetap tinggal di lokasi rumahnya yang hilang, bertahan di tenda bantuan dari BNPB.
Kehidupan di Tenda Darurat
- Syamsiah tinggal bersama suaminya Syarifuddin (60) dan dua anak mereka, Mareza (23) dan Muhajar (14).
- Rumah dan warung kopi mereka hancur, hanya tersisa puing seng dan peralatan rumah tangga yang terbawa banjir sejauh 100 meter.
- Untuk memasak, Syamsiah menggunakan kayu bakar. Jika hujan turun, keluarga ini terpaksa menginap di rumah tetangga.
Harapan dan Tantangan
- Syarifuddin mencari nafkah dengan membantu warga lain membersihkan rumah dari lumpur.
- Syamsiah berharap pemerintah segera membangun hunian tetap (Huntap) bagi para korban.
- Ia juga berharap ada bantuan modal usaha agar bisa kembali berdagang, karena warung kopi kecil yang dulu menjadi sumber penghasilan keluarga kini lenyap.
Solidaritas Warga
- Di sekitar tenda, beberapa keluarga dekat datang menyemangati Syamsiah dan keluarganya.
- Mereka duduk bersama, berbagi cerita, dan berusaha menyalakan kembali semangat hidup.
- Bagi Syamsiah, tenda oranye itu bukan sekadar tempat bertahan, tetapi simbol harapan akan masa depan yang lebih baik.
Syamsiah dan keluarganya berharap bantuan untuk memulai kembali kehidupan yang hilang bersama arus banjir. Hunian tetap yang ia impikan bukan hanya rumah baru, melainkan juga kesempatan untuk memulai kembali kehidupan yang hilang bersama arus banjir.
Dampak Banjir di Bireuen
- Banjir bandang yang melanda Desa Pante Baro Kumbang adalah salah satu bencana yang paling parah di wilayah tersebut.
- Banyak warga kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi ke meunasah atau menumpang di rumah keluarga.
- Syamsiah dan keluarganya adalah salah satu dari banyak korban yang berjuang untuk bertahan hidup dan memulai kembali kehidupan mereka.
Dengan semangat yang kuat dan harapan yang tak pernah padam, Syamsiah dan keluarganya terus bertahan di tenda darurat, menanti bantuan yang diharapkan datang menjelang Ramadhan.
