News
Konsorsium Perguruan Tinggi Salurkan Bantuan ke Aceh Utara Pasca Bencana
31 Januari 2026 19:42
Konsorsium Perguruan Tinggi untuk Ketahanan Bencana melakukan kegiatan penyaluran bantuan ke Sumatera Utara dan Aceh yang menjadi dua provinsi terdampak banjir badai siklon, pada Kamis (30/1/2026).
Aksi sosial ini dilaksanakan di beberapa titik pada Kamis dan Jumat (29-30/1/2026) yaitu di Kota Tanjungpura Kabupaten Langkat, Sumatera Utara; Kota Kualasimpang Kabupaten Aceh Tamiang; Kecamatan Sawang dan Muarabatu Kabupaten Aceh Utara, Aceh.
Bantuan dari Berbagai Perguruan Tinggi
Aksi bantuan yang dilakukan ini melibatkan beberapa PTN yang ikut terjun langsung ke lokasi bencana seperti Universitas Malikussaleh (Unimal), Universitas Indonesia (UI), Universitas Padjajaran (Unpad), Universitas Hasanuddin (Unhas), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Universitas Tadulako (Untad), Universitas Negeri Makassar (UNM), dan Universitas Mariritim Raja Ali Haji (UMRAH). Perguruan tinggi lain yang ikut serta adalah Universitas Syiah Kuala (USK), Universitas Samudera (Unsam), Universitas Teuku Umar (UTU), Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dan Universitas Sriwijaya (Unsri).
Kata-kata Rektor
Saat menyerahkan bantuan pakaian sekolah dan perlengkapan persiapan Ramadan di Gampong Paya Rabo Lhok, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Rektor UNG Prof. Eduart Wolok menyatakan bahwa aksi ini menjadi wujud keprihatinan kebangsaan kampus-kampus yang ada di Indonesia.
“Kami yang hadir di Aceh dari perguruan tinggi yang jauh dari ujung timur Indonesia merasa tergerak, bahwa bencana ini tidak pandang suku bangsa. Kita harus berempati kepada korban banjir bandang,” ungkap ketua Majelis Rektor PTN seIndonesia (MRPTNI) itu.
Sementara saat meresmikan bantuan pengolahan air bersih dari ITS di Gampong Reuleut, Muarabatu, Jumat (30/1), Rektor Unimal, Prof Herman Fithra menyatakan bahwa aksi perguruan tinggi ini murni kemanusiaan.
“Para rektor dan wakil rektor dari perguruan tinggi seIndonesia ini tergugah dengan bencana yang terlihat sangat meluas dampak kerusakan ini. Ini aksi kemanusiaan tanpa motif politis. Mereka bahkan bersedia menerima calon mahasiswa Aceh dari keluarga korban dengan bantuan pendidikan dari PTN masing-masing,” tambah Herman.
Aksi kemanusiaan Konsorsium PTN Peduli Bencana ini berakhir di Aceh Utara, sambil menunggu aksi bantuan lain dalam konteks pemulihan pascabencana.
