Kontras mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Proses hukum yang saat ini berjalan melalui peradilan militer dianggap tidak transparan dan berpotensi tidak adil.
Koalisi Solidaritas untuk Andrie Yunus menggelar aksi simbolik di Kantor Kementerian Sekretariat Negara untuk mendesak pembentukan TGPF. Mereka menilai bahwa proses hukum yang dilakukan militer tidak sejalan dengan prinsip keadilan dan keterbukaan.
Desakan untuk Keadilan
- Kontras mempertanyakan motif dendam yang disebutkan oleh Oditur Militer sebagai alasan di balik serangan terhadap Andrie Yunus.
- Koalisi Solidaritas untuk Andrie Yunus mengirimkan surat desakan kepada Presiden Prabowo dan menggelar aksi simbolik dengan spanduk yang bertuliskan "Presiden, segera bentuk TGPF!" dan "Kami ingin punya Presiden ksatria".
- Almas Ghaliya Putri Sjafrina, perwakilan koalisi, menyatakan bahwa Kepala Negara sudah sepatutnya membentuk TGPF dalam kasus ini.
Proses Hukum yang Dipertanyakan
- Oditur Militer 07-II Jakarta telah melimpahkan berkas perkara kasus Andrie kepada Pengadilan Militer 08-II Jakarta tanpa melakukan pemeriksaan terhadap korban dan saksi.
- Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) menemukan indikasi pelaku yang berjumlah lebih dari 4 orang, dengan bukti rekaman kamera pengawas yang menunjukkan 16 orang terlibat dalam kasus penyiraman air keras.
- Andrie Yunus menuliskan warkat keberatan dan mosi tidak percaya terhadap proses hukum kasusnya yang dijalankan melalui mekanisme peradilan militer.
Harapan Warga Aceh
Warga Aceh berharap bahwa Presiden Prabowo Subianto dapat mengambil tindakan nyata untuk mewujudkan keadilan dalam kasus Andrie Yunus. Pembentukan TGPF dianggap sebagai langkah penting untuk mengungkap fakta-fakta yang belum terungkap dan memastikan proses hukum yang transparan dan akuntabel.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaWarga Sabang Hadapi TPA Lhok Batee Hampir Penuh, Sisa Kapasitas Satu Tahun
Persoalan sampah di Kota Sabang dinilai mulai memasuki fase yang mengkhawatirkan.
Petani sawit Aceh Tamiang terkena harga TBS turun tajam hingga Rp2.120/kg
Dalam hitungan pekan, harga yang sebelumnya sempat menyentuh kisaran Rp3.300 per kilogram kini merosot tajam menjadi hanya Rp2.120 per
Petani Bireuen Tenang, Air Pump Dibangun untuk Sawah","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":70,"Evidence":80,"LongTermValue":80,"Education":70,"FinalScore":79,"Summary":"Kementerian PertanianRI
Kementerian Pertanian (Kementan) RI membangun 82 unit sarana air pump di Kabupaten Bireuen untuk mendukung
Warga Aceh Besar Menanti Daging Kurban dari 170 Hewan","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":60,"Evidence":90,"LongTermValue":60,"Education":60,"FinalScore":77,"Summary":"Madrasah di Aceh Besar
Madrasah di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar menyembelih sebanyak 170 hewan kurban pada


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.