News
Warga Aceh Utara Masih Krisis Air Bersih Pasca Banjir Februari 2026
4 hari yang lalu
Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Utara pada Februari 2026 masih meninggalkan dampak serius bagi warga setempat. Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah krisis air bersih, terutama di beberapa desa seperti Matang Serdang, Matang Seuke Pulot, Alue Anoe Timu, dan Alue Anoe Barat. Keterbatasan akses terhadap air layak konsumsi ini sangat dirasakan oleh masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan.
Yayasan Geutanyoe, melalui Koordinator Lapangan Iskandar, menyatakan bahwa sanitasi dan ketersediaan air bersih masih menjadi tantangan utama di lokasi-lokasi terdampak. Sebagian sumber air seperti sumur dan jaringan air rumah tangga belum sepenuhnya pulih dan masih berisiko tercemar. Sebagai respons darurat, yayasan tersebut menyalurkan air siap minum dan satu unit tangki air berkapasitas 1.000 liter untuk mendukung kebutuhan warga selama bulan Ramadan.
Dampak Banjir terhadap Akses Air Bersih
- Desa-desa terdampak: Matang Serdang, Matang Seuke Pulot, Alue Anoe Timu, dan Alue Anoe Barat di Kecamatan Tanah Jamboe Aye dan Baktiya.
- Kelompok rentan: Anak-anak dan kelompok rentan lainnya mengalami kesulitan terbesar dalam mengakses air bersih.
- Sumber air tercemar: Sumur dan jaringan air rumah tangga belum sepenuhnya pulih dan berisiko tercemar.
Upaya Penanganan
- Bantuan darurat: Yayasan Geutanyoe menyalurkan air siap minum dan tangki air 1.000 liter untuk kebutuhan umum masyarakat.
- Dukungan selama Ramadan: Tangki air diperuntukkan bagi kebutuhan ibadah dan harian warga di tengah keterbatasan akses air bersih.
- Kerja sama lintas pihak: Diperlukan untuk pemulihan berkelanjutan dan dampak lebih luas bagi warga terdampak.
Komitmen Jangka Panjang
Pemenuhan kebutuhan air bersih merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabanjir di Kabupaten Aceh Utara. Upaya ini mencakup aspek kesehatan, akses air bersih, dan perlindungan anak. Kerja sama lintas pihak sangat diperlukan agar upaya pemulihan dapat berjalan berkelanjutan dan memberi dampak lebih luas bagi warga terdampak.
