Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Korban Bencana Galus Terjerat Kredit Bank, DPRK Desak OJK Turun Tangan

02 Februari 2026 23:31

Bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Gayo Lues (Galus) bukan hanya merusak rumah, sawah, dan kebun warga, tetapi juga meninggalkan beban ekonomi yang semakin menekan. Banyak korban kini dihantui ketidakmampuan membayar cicilan utang bank, padahal pinjaman itu sebelumnya digunakan sebagai modal usaha tani yang musnah diterjang banjir dan longsor.

Di Kampung Persiapan Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang, sedikitnya 19 kepala keluarga (KK) kehilangan rumah dan lahan sekaligus masih memiliki tanggungan kredit di berbagai lembaga keuangan. Mulai dari KUR hingga pinjaman di Bank Aceh, BRI, BSI, dan Komida.

Dampak Ekonomi dan Psikologis

  • 19 kepala keluarga kehilangan rumah dan lahan
  • Pinjaman bank masih harus dibayar meskipun usaha tani musnah
  • Sabtuddin (60), salah seorang korban, merasa tidak mampu membuka lahan baru lagi
  • Trauma pascabencana menimbulkan kecemasan tentang masa depan

Tanggapan DPRK

Anggota DPRK Gayo Lues dari Fraksi Gerindra, Ridwansyah, menilai pemerintah belum memberikan terobosan berarti. Ia menekankan bahwa korban bencana kini menghadapi tekanan ganda: kehilangan ekonomi sekaligus ditagih perbankan.

Harapan Warga

Para korban menunggu perhatian serius dari pemerintah, tidak hanya berupa bantuan fisik atau hunian sementara, tetapi juga pendampingan psikologis dan solusi konkret terhadap masalah utang. Mereka berharap ada kebijakan yang bisa meringankan beban finansial, sehingga rasa takut dan kecemasan pascabencana perlahan terobati dan semangat hidup kembali tumbuh.

Korban Bencana Galus Terjerat Kredit Bank, DPRK Desak OJK Turun Tangan
0123456789