News
Warga Gayo Lues Cemas Hadapi Masa Depan Pasca Bencana Hidrometeorologi
26 Januari 2026 11:09
Bencana hidrometeorologi di Kabupaten Gayo Lues tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga trauma mendalam bagi warga. Banyak korban kehilangan sumber penghidupan utama mereka, yaitu sawah dan perkebunan, yang kini rusak parah akibat banjir dan longsor. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran dan ketidakpastian akan masa depan, terutama bagi mereka yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
Sabtuddin (60), seorang petani dari Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang, mengungkapkan kegelisahannya. Ia mempertanyakan bagaimana masa depan keluarganya setelah kehilangan sumber penghidupan. Selain itu, banyak warga lainnya masih terbelenggu utang di perbankan yang digunakan sebagai modal usaha tani. Kondisi ini membuat para korban berharap adanya perhatian serius dari pemerintah, tidak hanya dalam bentuk bantuan fisik dan hunian sementara, tetapi juga pendampingan psikologis atau trauma healing, serta solusi jangka panjang untuk pemulihan ekonomi masyarakat.
Dampak Bencana
- Sawah dan perkebunan rusak parah, meninggalkan trauma dan kekhawatiran akan masa depan.
- Kehilangan sumber penghidupan utama, terutama bagi petani dan keluarga mereka.
- Utang di perbankan menjadi beban tambahan bagi warga yang kehilangan sumber penghidupan.
- Ketidakpastian ekonomi dan psikologis menghantui para korban bencana.
Harapan Warga
- Pendampingan psikologis atau trauma healing untuk membantu warga mengatasi trauma pasca bencana.
- Solusi jangka panjang untuk pemulihan ekonomi masyarakat, termasuk bantuan modal usaha dan pemulihan lahan pertanian.
- Perhatian serius dari pemerintah dalam bentuk bantuan fisik, hunian sementara, dan program pemulihan yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
Kondisi ini menyoroti perlunya pemulihan holistik pasca bencana, yang tidak hanya fokus pada pemulihan fisik, tetapi juga pemulihan psikologis dan ekonomi bagi warga Gayo Lues. Dengan demikian, harapan hidup kembali tumbuh di tengah keterpurukan yang dialami oleh para korban bencana.
