News
Banjir Aceh Utara Tewaskan 245 Orang, 82 Ribu Warga Mengungsi
21 Januari 2026 12:27
Banjir yang melanda Aceh Utara pada akhir 2025 hingga Rabu (21/1/2026) telah menyebabkan 245 korban jiwa dan 6 orang hilang. Sebanyak 82.122 jiwa terpaksa mengungsi yang tersebar dalam 137 titik. Bencana ini juga menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur, pendidikan, dan sektor ekonomi.
Menurut laporan BPBD Aceh Utara, 124.549 kepala keluarga atau 433.064 jiwa terdampak langsung. Kerusakan fisik meliputi 9.707 unit rumah rusak berat, 26.398 rumah rusak sedang, dan 62.890 rumah rusak ringan. Infrastruktur umum juga mengalami kerusakan parah, termasuk 432 ruas jalan, 21 unit irigasi, dan 78 titik tanggul sungai.
Dampak pada Pendidikan dan Kesehatan
- 670 PAUD, 274 SD, 271 SMP, dan 102 SMA rusak.
- 5 puskesmas rusak berat, 14 rusak sedang, 61 pustu rusak berat, dan 20 pustu rusak ringan.
- 30.000 unit peralatan pendidikan rusak.
Dampak pada Sektor Pertanian dan Perikanan
- 11.929 hektare sawah mengalami puso.
- 10.660,78 hektare tambak terendam.
- 2.565 nelayan terdampak dengan 435 unit armada tangkap rusak.
Dampak pada Rumah Ibadah dan Ekonomi
- 124 masjid, 16 meunasah, dan 16 dayah/pesantren rusak.
- 2.000 unit Industri Kecil Menengah (IKM) dan 14.648 unit UMKM terdampak.
- 224 kios dan pasar milik pemerintah daerah mengalami kerusakan.
Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, menyatakan bahwa upaya pemulihan masih terus dilakukan, termasuk pendataan lanjutan, penanganan darurat, distribusi bantuan, evakuasi warga, serta pemulihan infrastruktur dan layanan dasar.
Bencana ini tidak hanya menyebabkan kerugian materiil tetapi juga berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Aceh Utara. Pemulihan dan rehabilitasi diperkirakan akan memakan waktu yang lama dan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.
Dengan kerusakan yang luas dan dampak yang signifikan, masyarakat Aceh Utara membutuhkan bantuan dan dukungan untuk memulihkan kehidupan mereka. Upaya pemulihan yang berkelanjutan dan koordinasi yang baik antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat sendiri sangat diperlukan untuk mengatasi dampak bencana ini.
