Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan aliran dana dalam program percepatan keberangkatan haji khusus pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023 dan 2024. Dana tersebut diduga mengalir ke sejumlah pihak, termasuk mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
Program percepatan haji khusus memungkinkan calon jemaah berangkat lebih cepat tanpa harus menunggu lama sesuai nomor antrean pendaftaran. Biaya percepatan keberangkatan haji khusus ditetapkan sebesar 5.000 dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp 84 juta per jemaah pada 2023, dan 2.500 dolar AS atau sekitar Rp 42 juta per jemaah pada 2024.
Detail Penyidikan
- Dana percepatan haji diduga dikumpulkan oleh pejabat di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia sebelum kemudian diserahkan kepada sejumlah pihak.
- Salah satu nama yang disebut dalam penyidikan adalah Rizky Fisa Abadi, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Perizinan, Akreditasi, dan Bina Penyelenggaraan Haji Khusus Kementerian Agama.
- Menurut penyidik, Rizky Fisa Abadi diduga menjadi pihak yang mengumpulkan dana percepatan haji pada tahun 2023.
Kebijakan dan Kontroversi
- Fuad Hasan Masyhur, Dewan Pembina Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah (SATHU), mengirimkan surat kepada Yaqut terkait tambahan kuota haji pada 2023.
- Fuad berkomunikasi dengan Hilman Latief, yang saat itu menjabat sebagai Direktur Jenderal Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah Kementerian Agama, mengenai rencana memaksimalkan kuota tambahan pada 2023.
- Usulan tersebut berbeda dengan kesepakatan sebelumnya dalam rapat kerja Komisi VIII DPR RI dengan Menteri Agama pada awal Mei 2023 yang menyatakan seluruh kuota tambahan dialokasikan untuk haji reguler.
Tanggapan Yaqut
Yaqut Cholil Qoumas membantah menerima uang dalam perkara tersebut. Ia menyatakan seluruh kebijakan yang diambil selama menjabat Menteri Agama bertujuan untuk melindungi jemaah.
"Saya tidak pernah menerima sepeser pun dari kasus yang dituduhkan kepada saya, dan saya lakukan semua kebijakan ini semata-mata untuk keselamatan jemaah. Itu yang bisa saya sampaikan," ujar Yaqut.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua Berita11 Titik Panas di Aceh, Waspada Karhutla di Tanah Aceh Jaya dan Utara
BMKG mendeteksi 11 titik panas (hotspot) di Aceh pada Senin (27/4/2026), tersebar di Aceh Jaya, Aceh Timur, dan Aceh Utara.
24 Anak Panti Asuhan Bumi Moro Latih First Aid di Banda Aceh
Sebanyak 24 anak di Panti Asuhan Bumi Moro, Banda Aceh, mengikuti pelatihan pertolongan pertama (first aid) yang digelar subunit Supportive...
Rencana Ferry Jakarta–Banda Aceh, Biaya Logistik Melorot di Aceh
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tengah membahas rencana pembukaan lintasan angkutan penyeberangan
Pulihkan Pertanian, Kementan Tanam Padi Gogo di Pulo Siron Bireuen
Upaya pemulihan diawali dengan perbaikan infrastruktur penahan sawah yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah.


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.