News
Petani Aceh Barat Daya Desak Irigasi, Ribuan Hektare Sawah Terancam
07 Februari 2026 08:21
Para petani di Aceh Barat Daya melalui Imum Mukim wilayah Kuala Batee mendesak pemerintah untuk segera membangun jaringan Irigasi Sayap Kanan Daerah Irigasi (DI) Krueng Susoh sepanjang 27 kilometer. Desakan tersebut dilatarbelakangi oleh ancaman alih fungsi lahan akibat krisis pasokan air lantaran minimnya jaringan distribusi meski infrastruktur irigasi teknis tersedia.
Kondisi di lapangan menunjukkan debit air sangat kurang meski infrastruktur teknisnya bagus. Masalah utamanya adalah jaringan yang belum memadai, ujar Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Abdya, Rahwadi di Blangpidie, Sabtu, 7 Februari 2026.
Dampak Krisis Air
- 1.307 hektare lahan di Kuala Batee dan 697 hektare di Jeumpa terdampak
- Petani khawatir ketidakpastian sumber air akan memaksa mereka meninggalkan sektor pertanian
- Krisis ini dapat menghambat target swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto
- Pasokan air yang maksimal diyakini menjadi kunci utama untuk meningkatkan produktivitas hasil panen di wilayah tersebut
Tanggapan Pemerintah
- Bupati Abdya Safaruddin telah memerintahkan Dinas PUPR untuk bergerak cepat
- Pemerintah Kabupaten kini tengah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera 1 Provinsi Aceh untuk mencari solusi teknis dan pendanaan
- Pembangunan jaringan sepanjang 27 kilometer tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang guna mengamankan ribuan hektare lahan sawah di dua kecamatan itu dari risiko kekeringan permanen.
