Timeline Aceh
ajnn.net
ajnn.net

Krueng Daroy, Sungai Sejarah Aceh Terancam Pencemaran dan Degradasi

09 Februari 2026 08:00

Krueng Daroy, sungai bersejarah di Aceh, kini terancam oleh pencemaran dan degradasi. Sungai ini, yang pernah menjadi simbol kemakmuran Kesultanan Aceh, kini menjadi saluran pembuangan terbuka. Pemerintah dan masyarakat perlu berkolaborasi untuk memulihkan sungai ini melalui rehabilitasi ekosistem dan penegakan hukum lingkungan.

Sejarah dan Simbolisme Krueng Daroy

Krueng Daroy menempati posisi istimewa dalam sejarah Aceh. Sungai ini tidak hanya dicatat sebagai unsur alam, tetapi sebagai simbol kemakmuran dan marwah Kesultanan Aceh Darussalam. Sungai ini dirancang oleh Sultan Iskandar Muda sebagai kanal yang mengalirkan air dari kawasan pegunungan Mata Ie menuju pusat kekuasaan Kesultanan Aceh Darussalam.

Kondisi Saat Ini

Saat ini, Krueng Daroy mengalami pencemaran kronis akibat akumulasi limbah domestik, sampah padat, dan buangan cair perkotaan yang tidak diolah. Sungai ini juga menerima beban pencemar organik yang tinggi dari limbah cair rumah tangga, meningkatkan nilai Biological Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD), dan menurunkan kadar oksigen terlarut.

Upaya Pemulihan

Pemerintah Kota Banda Aceh telah melakukan upaya revitalisasi di kawasan hilir Krueng Daroy, tetapi pendekatan ini lebih berfokus pada estetika dan pembangunan fisik, bukan kualitas air. Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal dan rehabilitasi kawasan Mata Ie melalui reforestasi dan pembangunan sumur resapan diperlukan untuk memulihkan sungai ini.

Partisipasi Masyarakat

Pemulihan Krueng Daroy tidak bisa hanya teknis semata. Partisipasi masyarakat juga krusial. Edukasi publik tentang pentingnya menjaga kebersihan sungai harus diikuti oleh penyediaan infrastruktur sanitasi yang memadai. Pemulihan yang sukses adalah kombinasi antara kebijakan publik, kesadaran masyarakat, dan teknologi yang tepat guna.

Krueng Daroy, Sungai Sejarah Aceh Terancam Pencemaran dan Degradasi
0123456789