News
Bendungan D.I Jamuan Rusak, Warga Sawang Terancam Banjir dan Jalan Putus
4 jam yang lalu
Banjir besar yang melanda Aceh Utara pada November 2025 meninggalkan dampak panjang. Bendungan D.I Jamuan yang seharusnya mengendalikan aliran Sungai Krueng Sawang belum diperbaiki, menyebabkan tebing sungai terkikis dan jalan penghubung antar kecamatan nyaris putus. Warga di sekitar sungai, termasuk anak-anak sekolah, terpaksa menyeberang menggunakan rakit karena jembatan darurat tidak berfungsi.
Dampak dan Upaya Penanganan
- Bendungan D.I Jamuan belum mendapatkan penanganan darurat, padahal vital untuk mengendalikan aliran air sungai.
- 12 jembatan di Kecamatan Sawang putus pascabanjir, sebagian sudah ditangani dengan jembatan darurat Bailey.
- Jalan penghubung kecamatan nyaris ambles akibat tergerus arus sungai.
- Pemerintah Aceh mengalokasikan Rp 12 miliar untuk pengamanan tebing Krueng Sawang, namun tidak mencakup perbaikan bendungan.
- Warga Gampong Gunci menggunakan rakit untuk menyeberang sungai, termasuk anak-anak sekolah.
Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi Panyang, menekankan pentingnya intervensi cepat dari pemerintah pusat untuk penanganan darurat. Ia mengingatkan bahwa penanganan permanen membutuhkan waktu lama, sementara masyarakat terus terancam.
