Lebih dari 5.000 mahasiswa dari 36 perguruan tinggi turun tangan untuk memulihkan Aceh pascabencana melalui Program Mahasiswa Berdampak. Program ini digagas oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk mendukung pemulihan sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat terdampak bencana.
Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemdiktisaintek, I Ketut Adnyana, menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari transformasi pendidikan tinggi agar lebih kontekstual dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Mahasiswa dan pemerintah hadir bersama masyarakat untuk memberikan semangat dan optimisme bagi pemulihan.
Fokus Program
- Penguatan ekonomi berbasis potensi lokal, seperti pengembangan agroindustri dan hidroponik.
- Penyediaan air bersih dan perbaikan sanitasi.
- Penguatan ketahanan pangan dan dukungan pendidikan serta kesehatan.
- Rehabilitasi lingkungan untuk memastikan keberlanjutan.
Kolaborasi Multipihak
Program ini melibatkan mahasiswa, dosen pendamping, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat. Kepala Desa Kampung Dalam, Sukriya Sidiqi, mengapresiasi kontribusi mahasiswa yang telah membantu mengatasi keterbatasan dalam pengelolaan ekonomi produktif dan akses sanitasi yang memadai.
Manfaat Jangka Panjang
Selain memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, program ini juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa. Mereka dapat mengasah kepemimpinan, empati sosial, dan kemampuan pemecahan masalah di lapangan. Dosen Pembimbing Utama Mahasiswa Berdampak, Supriyanto, berharap program ini terus berlanjut agar semakin banyak masyarakat yang terbantu dan dapat bangkit kembali.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaWarga Sabang Hadapi TPA Lhok Batee Hampir Penuh, Sisa Kapasitas Satu Tahun
Persoalan sampah di Kota Sabang dinilai mulai memasuki fase yang mengkhawatirkan.
Petani sawit Aceh Tamiang terkena harga TBS turun tajam hingga Rp2.120/kg
Dalam hitungan pekan, harga yang sebelumnya sempat menyentuh kisaran Rp3.300 per kilogram kini merosot tajam menjadi hanya Rp2.120 per
Petani Bireuen Tenang, Air Pump Dibangun untuk Sawah","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":70,"Evidence":80,"LongTermValue":80,"Education":70,"FinalScore":79,"Summary":"Kementerian PertanianRI
Kementerian Pertanian (Kementan) RI membangun 82 unit sarana air pump di Kabupaten Bireuen untuk mendukung
Warga Aceh Besar Menanti Daging Kurban dari 170 Hewan","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":60,"Evidence":90,"LongTermValue":60,"Education":60,"FinalScore":77,"Summary":"Madrasah di Aceh Besar
Madrasah di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar menyembelih sebanyak 170 hewan kurban pada


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.