News
Kendala Listrik Menghambat Program Pengelolaan Sampah di Lhokseumawe
11 Februari 2026 09:35
Program pengelolaan sampah 'Broh Jeut Keu Peng' di Lhokseumawe menghadapi kendala listrik yang belum terpenuhi, meskipun mesin bernilai miliaran rupiah sudah berdiri. Pemkot berencana mengatasi ketergantungan listrik dengan memanfaatkan sampah sebagai sumber energi.
Mesin Vitex Grandis yang dirancang oleh alumni ITB, memiliki kebutuhan listrik sekitar 150 KVA, namun kapasitas listrik di TPA Alue Liem belum sanggup menopang operasional penuh mesin tersebut.
Kendala Listrik
- Kebutuhan listrik mesin mencapai 150 KVA
- Kapasitas listrik di TPA belum mencukupi
- Mesin pemilah sebagai penyedot daya terbesar
Solusi Pemkot
- Memanfaatkan sampah sebagai sumber energi
- Mengolah sampah plastik menjadi solar untuk menggerakkan genset
- Target pengolahan sampah plastik tahun 2026
Produk yang Ditargetkan
- Batako
- Kantong sampah
- BBM setara pertalite
- Solar
- Minyak tanah
- Maggot untuk pakan ternak
Keberlanjutan Program
- Hasil penjualan produk olahan sampah sebagai sumber PAD
- Koperasi Broh-broh dijadwalkan beroperasi bulan depan
- Satu unit truk pengangkut sampah bantuan PT Perta Arun Gas segera tiba
