News
Lulusan Sarjana Aceh Nganggur Lebih Banyak dari SD, Alarm bagi Pemerintah
07 Februari 2026 11:02
Lulusan perguruan tinggi di Aceh memiliki tingkat pengangguran yang lebih tinggi daripada lulusan SD, menurut data BPS. Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Musriadi, mengingatkan pemerintah untuk mengambil langkah konkret agar lulusan sarjana dapat terserap di pasar kerja.
Data BPS Aceh menunjukkan bahwa lulusan perguruan tinggi (Diploma IV/S1/S2/S3) menjadi kelompok yang menyumbang pengangguran terbanyak di Aceh, dengan persentase 8,68%. Sementara itu, lulusan SD memiliki tingkat pengangguran terendah, yakni 2,59%.
Alarm Pengangguran Sarjana
Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Musriadi, mengatakan bahwa kondisi ini menjadi alarm bagi pemerintah Aceh dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengambil langkah konkret. Ia mendorong penguatan konsep link and match antara perguruan tinggi dengan dunia usaha dan industri.
Solusi yang Diusulkan
Musriadi menilai bahwa kurikulum pendidikan tinggi perlu lebih adaptif terhadap kebutuhan sektor-sektor strategis daerah, seperti ekonomi kreatif, pertanian modern, perikanan, pariwisata, dan ekonomi digital. Ia juga mendorong perluasan program magang, kerja praktik, dan pelatihan keterampilan bagi mahasiswa tingkat akhir maupun lulusan baru.
Dukungan dari Pemerintah
Musriadi meminta pemerintah Aceh untuk memberikan dukungan kepada sektor swasta dan pelaku usaha lokal agar membuka lebih banyak lapangan kerja bagi lulusan perguruan tinggi. Ia juga mendorong penguatan kewirausahaan di lingkungan kampus agar lulusan tidak semata-mata menjadi pencari kerja, tetapi mampu menjadi pencipta lapangan kerja baru.
Kolaborasi yang Kuat
Untuk pentingnya kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia usaha, sehingga angka pengangguran lulusan sarjana di Aceh dapat ditekan secara bertahap. Musriadi optimistis bahwa dengan pengelolaan yang serius dan terintegrasi, pengangguran sarjana di Aceh bisa berkurang dan lulusan perguruan tinggi dapat berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
