News
Bupati Pidie Jaya Nyak Syi Tetap Semangat Hingga Hibur Anak Korban Banjir
05 Februari 2026 15:04
Lumpur masih menempel di halaman dan bagian dalam rumah warga di Kabupaten Pidie Jaya, hampir tiga bulan setelah banjir bandang. Warga masih menatap rumah mereka yang berbalut lumpur tebal, dengan hasrat untuk kembali membangun kehidupan baru bersama keluarganya. Namun, keinginan itu belum terwujud akibat keterbatasan dana pemerintah.
Bupati Pidie Jaya, H Sibral Malasyi MA, yang akrab disapa Nyak Syi, tanpa lelah terus mensambangi warganya. Ia menyebutkan, sejak banjir bandang dan longsor menghantam Pidie Jaya, tanggal 25 November 2025, dirinya memilih satu sikap: tidak pergi, tidak bersembunyi, dan tidak menyerah. Nyak Syi terus menyusuri lokasi terdampak, menembus lumpur, hujan, dan kritik demi memastikan warganya tidak sendirian menghadapi musibah besar ini.
Kehadiran Nyak Syi di Lapangan
- Nyak Syi kerapkali berada di sisi Pemerintah Pusat yang datang meninjau lokasi bencana.
- Ia memastikan setiap pejabat melihat langsung luka warga di Pidie Jaya.
- Tidak melaporkan banjir di atas meja, semua dijalani tanpa keluhan meski kritik dan tekanan terus berdatangan.
Kehadiran Nyak Syi di Lapangan
- Anak-anak korban bencana tak lagi canggung kedekatan dengan Nyak Syi.
- Warga mengenal Nyak Syi, yang menggenggam tangannya.
- Bupati Pidie Jaya menariknya untuk melihat rumah atau sekolah yang hancur diterjang banjir.
- Siang hari di bawah terik matahari, malam hari di ruang rapat.
- Waktu istirahat menjadi barang mewah.
- Setiap keluhan warga ditampung, setiap tangis didengar.
Nyak Syi mengakui, beberapa kali harus diinfus sambil tetap bekerja, demi memastikan pemulihan berjalan dan tak ada warga yang tertinggal. Di Pidie Jaya, Nyak Syi kini bukan sekadar bupati, yang kini simbol keteguhan di tengah bencana. Saat banjir bandang meruntuhkan rumah, dan longsor mengubur harapan, Nyak Syi memilih satu hal yang paling sederhana, tetap tinggal, tetap bekerja hingga tetap bersama rakyatnya.
