Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Lahan Pertanian Aceh Tamiang Rusak Parah Akibat Banjir Bandang

1 hari yang lalu

Banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang pada akhir November 2025 meninggalkan kerusakan parah pada sektor pertanian dan perkebunan. Ribuan keluarga yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini kini resah karena lumpur yang mengering dan mengeras membuat lahan tidak bisa digarap.

Dampak Banjir Bandang

  • Lahan Pertanian Rusak Parah: Banjir bandang menyebabkan kerusakan pada lahan pertanian dan perkebunan di Aceh Tamiang. Lumpur yang mengering dan mengeras membuat lahan tidak bisa digarap.

  • Kehilangan Mata Pencaharian: Ribuan keluarga kehilangan sumber mata pencaharian mereka. Mulkan, warga Karangbaru, mengungkapkan bahwa lahan seluas tujuh rante yang menjadi andalan keluarganya kini tertimbun lumpur.

  • Kerugian Petani Padi: Banjir terjadi saat padi siap panen, menyebabkan kerugian besar bagi petani. Mulkan mengatakan bahwa mereka menunda panen karena hujan terus-menerus, tetapi banjir bandang menghancurkan harapan mereka.

  • Perkebunan Kelapa Sawit Hancur: Banyak perkebunan kelapa sawit porak-poranda karena banjir. Mardi, pekebun di Tenggulun, mengungkapkan bahwa hampir semua pohon kelapa sawit tumbang dan tidak bisa dipulihkan.

  • Kerugian Luas: Pemkab Aceh Tamiang mencatat kerusakan sawah mencapai 8.161 hektare, dengan 6.200 hektare masuk kategori rusak parah.

  • Permintaan Bantuan: Warga meminta bantuan untuk memperbaiki lahan mereka. Mardi bertanya, "Terus selanjutnya kami ini bagaimana, apa memang tidak bantuan untuk kami memperbaiki kebun?"

Dampak Jangka Panjang

Kerugian yang dialami oleh petani dan pekebun di Aceh Tamiang tidak hanya berdampak pada kehidupan mereka saat ini, tetapi juga pada masa depan. Tanpa bantuan yang memadai, mereka akan kesulitan untuk memulihkan lahan dan mata pencaharian mereka. Hal ini dapat berdampak pada stabilitas ekonomi dan sosial di daerah tersebut.

Lahan Pertanian Aceh Tamiang Rusak Parah Akibat Banjir Bandang
0123456789