News
Mahasiswa Aceh di PBB Bahas Perdamaian Aceh untuk Dunia Internasional
4 jam yang lalu
Mahasiswa asal Aceh, Muhammad Zahran Hibatullah, diundang oleh PBB untuk menjadi perwakilan Indonesia dalam acara pemutaran film dan diskusi mengenai pengentasan konflik Aceh. Acara ini diselenggarakan di Jenewa, Swiss, dan dihadiri oleh berbagai perwakilan internasional.
Film "The Last Accord: War, Apocalypse, and Peace in Aceh" diputar untuk menunjukkan proses perdamaian Aceh dan bagaimana pengalaman ini dapat menjadi inspirasi bagi dunia internasional dalam menyelesaikan konflik secara damai dan bermartabat.
Poin-Poin Penting
-
Mahasiswa Aceh di PBB: Muhammad Zahran Hibatullah, mahasiswa S2 di Les Roches Global Hospitality Education, Swiss, diundang sebagai perwakilan Indonesia dan Aceh.
-
Film Dokumenter: Film "The Last Accord" menceritakan konflik Aceh dari perspektif GAM dan Republik Indonesia, memberikan pemahaman yang utuh dan adil.
-
Perdamaian sebagai Komitmen: Zahran menekankan bahwa perdamaian bukan hanya seremoni, tetapi komitmen bersama untuk merawat masa depan masyarakat Aceh.
-
Peran Internasional: Diskusi menyoroti peran Presiden Martti Ahtisaari dalam memediasi konflik Aceh dan bagaimana pengalaman ini relevan dengan situasi dunia saat ini.
-
Pembelajaran Global: Pengalaman Aceh dapat menjadi model untuk studi resolusi konflik di kampus-kampus Eropa dan inspirasi bagi penyelesaian konflik di berbagai belahan dunia.
