Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) dari UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe menggelar kegiatan pembelajaran kreatif bersama anak-anak TK Seulanga di Desa Geunteng, Kabupaten Pidie Jaya. Kegiatan ini difokuskan pada pembuatan kolase sebagai sarana melatih kreativitas dan kemampuan motorik halus anak usia dini.
Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan persiapan alat dan bahan sederhana namun menarik. Mahasiswa menyiapkan gambar pola, lem, serta tisu sebagai bahan utama kolase. Tisu dipilih sebagai alternatif pengganti popcorn karena lebih mudah diperoleh, ringan, serta aman digunakan anak-anak.
Manfaat Kolase untuk Anak Usia Dini
- Melatih Motorik Halus: Gerakan mengambil potongan tisu, mengoleskan lem, dan menempelkannya pada gambar melibatkan koordinasi mata dan tangan.
- Meningkatkan Konsentrasi: Anak-anak belajar menempelkan bahan sesuai batas gambar, sehingga terbiasa memperhatikan detail dan mengikuti instruksi dengan baik.
- Mengenal Warna dan Bentuk: Kolase membantu anak mengenal warna dan bentuk, sekaligus melatih kesabaran dalam menyelesaikan pekerjaan hingga tuntas.
- Suasana Belajar yang Menyenangkan: Anak-anak belajar fokus tanpa merasa tertekan karena dikemas dalam suasana bermain.
Pihak sekolah menyambut positif kegiatan tersebut. Salah seorang guru TK Seulanga, Husna, mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran mahasiswa KPM. "Alhamdulillah, dengan kehadiran mahasiswa KPM dari UIN SUNA, bisa membantu kami yang sedang berjuang bangkit pascabencana," ujarnya.
Mahasiswa KPM berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan anak usia dini di Desa Geunteng. Pembelajaran kolase tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga media edukatif yang mendukung tumbuh kembang anak.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaWarga Sabang Hadapi TPA Lhok Batee Hampir Penuh, Sisa Kapasitas Satu Tahun
Persoalan sampah di Kota Sabang dinilai mulai memasuki fase yang mengkhawatirkan.
Petani sawit Aceh Tamiang terkena harga TBS turun tajam hingga Rp2.120/kg
Dalam hitungan pekan, harga yang sebelumnya sempat menyentuh kisaran Rp3.300 per kilogram kini merosot tajam menjadi hanya Rp2.120 per
Petani Bireuen Tenang, Air Pump Dibangun untuk Sawah","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":70,"Evidence":80,"LongTermValue":80,"Education":70,"FinalScore":79,"Summary":"Kementerian PertanianRI
Kementerian Pertanian (Kementan) RI membangun 82 unit sarana air pump di Kabupaten Bireuen untuk mendukung
Warga Aceh Besar Menanti Daging Kurban dari 170 Hewan","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":60,"Evidence":90,"LongTermValue":60,"Education":60,"FinalScore":77,"Summary":"Madrasah di Aceh Besar
Madrasah di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar menyembelih sebanyak 170 hewan kurban pada


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.