News
Mahasiswa Aceh Kritis Pengadaan Mobil Dinas BRA Rp 20 Miliar
30 Januari 2026 16:57
Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) Aceh mengecam pengadaan mobil dinas Badan Reintegrasi Aceh (BRA) senilai Rp 20 miliar. Mereka menilai kebijakan tersebut tidak peka terhadap kondisi masyarakat Aceh yang masih terdampak bencana. Zuhari Alvinda Haris, Ketua Umum Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FUF, mendesak pemerintah Aceh membatalkan pengadaan tersebut dan mengarahkan anggaran untuk penanganan dampak bencana.
Zuhari menegaskan bahwa uang rakyat harus digunakan untuk kepentingan masyarakat yang mengalami kesulitan akibat bencana, bukan untuk kepentingan birokrasi. Ia juga menyebut pengadaan tersebut berpotensi melukai rasa keadilan publik.
Kritik Mahasiswa terhadap Pengadaan Mobil Dinas BRA
- Pengadaan tidak peka terhadap kondisi masyarakat Aceh
- Anggaran sebesar Rp 20 miliar harus digunakan untuk kepentingan masyarakat
- Kebijakan berpotensi melukai rasa keadilan publik
- Mahasiswa mendesak pemerintah membatalkan pengadaan dan mengarahkan anggaran untuk penanganan dampak bencana
Zuhari mengingatkan bahwa kebijakan yang mengabaikan kepentingan publik berpotensi memicu reaksi masyarakat. Ia menegaskan bahwa kritik dan protes publik adalah konsekuensi yang tidak bisa dihindari jika kepentingan birokrasi terus diutamakan.
