Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Mahasiswa UNIKI Bireuen Mengajar di Sekolah Darurat di Aceh Tengah Pasca Bencana

29 Januari 2026 20:36

Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen menunjukkan kepedulian nyata terhadap dunia pendidikan di daerah terdampak bencana. Bersama relawan pendidikan Yayasan Sukma Bangsa, mereka aktif mengajar di sekolah darurat yang didirikan di Desa Rejewali, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah.

Mahasiswa UNIKI yang terlibat dalam program ini antara lain Nurul Maqfirah dan Miftahul Rizki. Mereka bergabung dengan relawan Sukma Bangsa dan guru SD Negeri 10 Ketol untuk mengaktifkan sekolah tenda sebagai sarana belajar anak-anak yang terdampak banjir dan tanah longsor.

Kegiatan di Sekolah Darurat

  • Perjalanan yang sulit: Mahasiswa harus berjalan kaki sejauh 5 kilometer dari posko dengan kondisi jalan mendaki dan menurun di kawasan pegunungan.
  • Asesmen data: Sebelum tiba di Rejewali, mereka melakukan asesmen data di SD Negeri 20 Ketol dan SMP Negeri 32 Takengon.
  • Jumlah murid: Sekitar 46 murid terlibat dalam kegiatan sekolah darurat ini.
  • Jadwal belajar: Proses belajar mengajar dilakukan seperti jadwal sekolah normal, enam hari dalam seminggu, pukul 10.00–12.00 WIB. Sore harinya, pukul 15.00–16.00 WIB, para mahasiswa juga mengajar mengaji.
  • Tujuan utama: Mencegah putus sekolah dan memastikan anak-anak korban bencana tetap mendapatkan akses pendidikan meski kondisi daerah porak poranda.
  • Program trauma healing: Selain mengajar, mahasiswa UNIKI bersama relawan juga melaksanakan program trauma healing untuk membantu anak-anak mengatasi rasa takut dan kehilangan akibat bencana.

Wakil Rektor III UNIKI, Dr H Kamaruddin, SPd, MM, CRP, CFRM menjelaskan, bahwa keterlibatan mahasiswa ini merupakan bagian dari program Relawan Pendidikan Yayasan Sukma Bangsa. Mahasiswa UNIKI akan berada di lokasi terdampak bencana di Aceh Tengah dan Bener Meriah selama tiga bulan, dimulai sejak 10 Januari 2026.

Kehadiran sekolah darurat atau sekolah tenda ini menjadi simbol rehabilitasi pendidikan di daerah terdampak bencana hidrometeorologi. Meski fasilitas sederhana, semangat mahasiswa dan relawan menjadi energi baru bagi anak-anak untuk tetap belajar, beradaptasi, dan bangkit dari keterpurukan.

Mahasiswa UNIKI Bireuen Mengajar di Sekolah Darurat di Aceh Tengah Pasca Bencana