News
Mahasiswa Unsam Langsa Dampingi Gampong Leles Aceh Timur, Inovasi Pertanian dan Wisata
10 Februari 2026 14:08
Semangat pemulihan menyelimuti Gampong Leles, Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur pascabanjir yang sempat melumpuhkan sektor ekonomi warga. Melalui program Mahasiswa Berdampak dari Kemdiktisaintek RI, Universitas Samudra (Unsam) menerjunkan 50 mahasiswa lintas program studi untuk mendampingi warga memulihkan sektor pertanian dan pariwisata selama 20 hari ke depan.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Geospatial for Humanity Club (UKM-GHC) ini mengombinasikan sentuhan teknologi pemetaan dengan pemberdayaan ekonomi kreatif. Salah satu terobosan utama dalam program ini adalah pengenalan sistem hidroponik sebagai solusi adaptif bagi lahan yang terdampak banjir.
Inovasi Pertanian
- Sistem hidroponik diintroduksi sebagai solusi adaptif bagi lahan terdampak banjir.
- Metode ini tidak bergantung pada kondisi tanah, memungkinkan masyarakat kembali berproduksi dan memenuhi pangan mandiri.
- Danar Hadisugelar, S.P., M.Si. menekankan bahwa hidroponik adalah solusi cepat untuk menciptakan peluang pendapatan baru.
Pemetaan dan Wisata
- Zaidan Zikri Malem, M.Sc. memimpin pemetaan wilayah administrasi dan area terdampak.
- Tim pakar UNSAM menentukan lokasi pertanian bebas risiko banjir dan memetakan infrastruktur wisata yang rusak.
- Identifikasi titik-titik wisata potensial yang sebelumnya belum terjamah.
Pendidikan dan Kearifan Lokal
- Dr. Zukya Rona Islami, M.Pd. menyatakan bahwa Gampong Leles menjadi "ruang kelas terbuka" bagi mahasiswa.
- Mahasiswa diharapkan menyerap kearifan lokal warga dan merancang solusi relevan secara langsung dari realitas lapangan.
- Saddam Husen, Keuchik Gampong Leles, menyambut baik kehadiran tim UNSAM, menyatakan bahwa bantuan pemikiran dan teknologi dari akademisi adalah suntikan semangat bagi warga untuk bangkit.
