News
Mahasiswa USK Bangkitkan Sentra Moringa Rambong Payong Pasca Banjir
19 Februari 2026 22:24
Banjir siklon Senyar yang melanda Gampong Rambong Payong, Bireuen, pada akhir November lalu menyebabkan kerusakan parah pada sentra herba moringa. Kebun dan fasilitas produksi yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) terhenti, mengancam sumber penghasilan masyarakat setempat.
Namun, melalui Program Mahasiswa Berdampak, 50 mahasiswa USK dari berbagai disiplin ilmu hadir untuk memulihkan kebun, fasilitas produksi, dan memperkuat inovasi produk berbasis riset. Mereka tidak hanya menghidupkan kembali varian original herba moringa celup bermerek Chie Jebs, tetapi juga mengembangkan tiga varian baru: moringa pandan, moringa rosella, dan moringa jahe.
Pemulihan dan Inovasi
- Pembersihan dan Peremajaan: Mahasiswa membersihkan dan menata ulang kebun, serta melakukan peremajaan tanaman moringa yang rusak akibat banjir.
- Perbaikan Fasilitas: Ruang produksi yang rusak diperbaiki untuk memastikan aktivitas usaha dapat berjalan kembali.
- Penguatan Manajemen: Mahasiswa mendampingi penguatan manajemen usaha agar pemulihan tidak hanya bersifat sementara, tetapi berkelanjutan.
Varian Baru dan Nilai Tambah
- Moringa Pandan: Varian baru dengan tambahan aroma pandan yang menyegarkan.
- Moringa Rosella: Kombinasi moringa dengan rosella yang kaya akan antioksidan.
- Moringa Jahe: Varian dengan tambahan jahe yang memberikan sensasi hangat.
Dampak dan Harapan
Kolaborasi antara kampus dan masyarakat ini diharapkan dapat menguatkan ekonomi lokal berbasis riset. Dr. Sulastri, ketua tim pembimbing, menegaskan bahwa potensi gampong Aceh akan muncul ke tingkat nasional, bahkan global, melalui kerja sama yang baik antara peneliti dan pengabdi dari USK dengan masyarakat.
Dengan inovasi varian baru, BUMG Rambong Payong kini memiliki empat varian herba moringa celup siap saji yang lebih variatif dan bernilai tambah. Ini memberikan harapan bahwa Rambong Payong tidak hanya bangkit dari bencana, tetapi juga tumbuh menjadi sentra produk herbal berbasis riset yang berdaya saing lebih luas.
