News
Mahasiswa UUI Latih Warga Pidie Jaya Buat Antinyamuk Alami dari Boh Kala
14 Februari 2026 16:05
Mahasiswa Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) melatih warga penyintas banjir di Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, untuk membuat antinyamuk alami dari bunga kecombrang (boh kala). Program ini merupakan bagian dari Program Mahasiswa Berdampak 2026 yang didanai oleh Kementerian Riset, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek).
Kegiatan ini berlangsung selama 20 hari, dengan fokus pada upaya mitigasi risiko penyakit pascabanjir melalui inovasi berbasis kearifan lokal. Para mahasiswa memberikan pelatihan dan peralatan produksi kepada warga agar mampu memproduksi antinyamuk secara mandiri.
Inovasi Anti-Nyamuk Alami
- Bahan Alami: Antinyamuk dibuat dari bunga kecombrang (boh kala), yang mudah didapatkan di lingkungan sekitar.
- Mitigasi Risiko Penyakit: Inovasi ini bertujuan untuk menekan risiko penyebaran penyakit seperti malaria, chikungunya, dan demam berdarah dengue (DBD).
- Alternatif UMKM: Pelatihan disasar kepada kelompok tani dan peternak, memberikan alternatif produk UMKM unggulan desa.
- Pendampingan Lanjutan: Kampus membuka peluang pendampingan lanjutan apabila masyarakat membutuhkan.
Warga Desa Manyang Cut, seperti Asnidar, mengaku senang dengan kehadiran program ini, karena nyamuk semakin banyak pascabencana banjir. Produk antinyamuk ini bebas bahan kimia repellent, lebih aman, dan dapat digunakan oleh berbagai kelompok usia.
