News
UIN Ar-Raniry Aceh Kembangkan Baterai Ramah Lingkungan dari Daun Balakacida
4 hari yang lalu
Peneliti dari Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh berhasil mengembangkan material baterai ramah lingkungan menggunakan tumbuhan liar daun balakacida atau "Oen Sikhoh-khoh". Inovasi ini dinilai dapat meningkatkan kinerja baterai lithium-ion dan mendukung kemandirian energi nasional.
Tim peneliti yang dipimpin oleh Dr Abd Mujahid Hamdan dari Fakultas Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry mengembangkan material komposit nikel oksida (NiO) dan grafit melalui metode green synthesis. Metode ini memanfaatkan ekstrak tumbuhan sebagai agen reduksi dan stabilisasi pembentukan nanopartikel, sehingga lebih ramah lingkungan dibandingkan sintesis kimia konvensional.
Manfaat dan Keunggulan Material Baterai Baru
- Kapasitas Penyimpanan Energi: Material yang dikembangkan memiliki kapasitas penyimpanan energi sekitar 22,73 persen lebih tinggi dibandingkan grafit komersial.
- Efisiensi Coulombic: Material tersebut menunjukkan efisiensi coulombic yang mencapai sekitar 99 persen, yang berarti energi yang disimpan dalam baterai dapat dilepaskan kembali dengan kehilangan yang sangat kecil.
- Ramah Lingkungan: Pendekatan green synthesis membuka peluang pengembangan teknologi baterai yang lebih berkelanjutan.
Dukungan dan Kolaborasi
Penelitian ini didanai melalui program MORA The AIR Fund, skema pendanaan riset hasil kerja sama Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Puspenma) Kementerian Agama dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Selain itu, penelitian ini juga melibatkan kolaborasi dengan sejumlah lembaga riset nasional, antara lain Institut Teknologi Bandung, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta fasilitas penelitian di Universitas Negeri Surakarta melalui Pusat Unggulan Iptek.
Rencana ke Depan
Tim peneliti berencana melanjutkan riset pada tahap optimasi material, pengujian performa jangka panjang, serta pengembangan skala produksi agar teknologi tersebut dapat mendukung industri baterai nasional. Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Mujiburrahman, mengapresiasi capaian tim peneliti dan menekankan pentingnya pengembangan material baterai ramah lingkungan untuk mendukung teknologi kendaraan listrik, sistem penyimpanan energi terbarukan, serta transisi menuju ekonomi hijau.
