Kembalikesehatan

Warga Aceh Menanti Respons Gubernur Soal Cabut JKA","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":80,"Evidence":65,"LongTermValue":70,"Education":55,"FinalScore":77,"Summary":"Massa aksi menolak Pergub

Penulis

serambinews.com

Tanggal

11 Mei 2026

Warga Aceh Menanti Respons Gubernur Soal Cabut JKA","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":80,"Evidence":65,"LongTermValue":70,"Education":55,"FinalScore":77,"Summary":"Massa aksi menolak Pergub

Massa aksi menolak Pergub Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) memasang tenda dan menyalaikan api unggun di halaman depan Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin (11/5/2026) malam. Demonstrasi ini merupakan bentuk kontestan terhadap kebijakan yang dianggap membebani serta kurang transparan dalam penyelenggaraan jaminan kesehatan bagi masyarakat Aceh.

Hingga pukul 22.30 WIB, sekitar seratusan demonstran dari Aliansi Rakyat Aceh masih bertahan di depan kantor, sambil duduk berkumpul dan mengajukan kritik terhadap Pergub JKA. Mereka menegaskan bahwa aksi dilakukan secara damai, berkoordinasi dengan Kepolresta Banda Aceh untuk mencegah provokasi, dan menunggu pertemuan dengan Gubernur Aceh, Wakil Gubernur, atau Sekda Aceh untuk merespons tuntutan pencabutan peraturan.

Latar Belakang Pergub JKA

  • Seratusan demonstran tetap berada di lokasi hingga malam.
  • Aparat kepolisian dan Satpol PP-WH melakukan pengamanan dengan menggunakan water cannon, mobil pengurai massa, dan kendaraan barikade.
  • Massa menunggu respons dari Gubernur, Wakil Gubernur, atau Sekda Aceh mengenai pencabutan Pergub Nomor 2 Tahun 2026.
  • Demonstran berkomitmen menjaga ketertiban dan tidak akan tindakan anarkis selama aksi berlangsung.
  • Tuntutan utama adalah pembubaran JKA yang dianggap menambah beban finansial pada keluarga Aceh.
Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.