Massa aksi menolak Pergub Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) memasang tenda dan menyalaikan api unggun di halaman depan Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin (11/5/2026) malam. Demonstrasi ini merupakan bentuk kontestan terhadap kebijakan yang dianggap membebani serta kurang transparan dalam penyelenggaraan jaminan kesehatan bagi masyarakat Aceh.
Hingga pukul 22.30 WIB, sekitar seratusan demonstran dari Aliansi Rakyat Aceh masih bertahan di depan kantor, sambil duduk berkumpul dan mengajukan kritik terhadap Pergub JKA. Mereka menegaskan bahwa aksi dilakukan secara damai, berkoordinasi dengan Kepolresta Banda Aceh untuk mencegah provokasi, dan menunggu pertemuan dengan Gubernur Aceh, Wakil Gubernur, atau Sekda Aceh untuk merespons tuntutan pencabutan peraturan.
Latar Belakang Pergub JKA
- Seratusan demonstran tetap berada di lokasi hingga malam.
- Aparat kepolisian dan Satpol PP-WH melakukan pengamanan dengan menggunakan water cannon, mobil pengurai massa, dan kendaraan barikade.
- Massa menunggu respons dari Gubernur, Wakil Gubernur, atau Sekda Aceh mengenai pencabutan Pergub Nomor 2 Tahun 2026.
- Demonstran berkomitmen menjaga ketertiban dan tidak akan tindakan anarkis selama aksi berlangsung.
- Tuntutan utama adalah pembubaran JKA yang dianggap menambah beban finansial pada keluarga Aceh.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaIbu Aceh Singkil Raih Panen Bawang Merah Via Benih Biji","PublicImpact":9,"Credibility":9,"Urgency":6,"Evidence":7,"LongTermValue":9,"Education":7,"FinalScore":83,"Summary":"Pemkab Aceh Singkil kolab
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil berkolaborasi dengan NGO mitra pembangunan berhasil mengembangkan budidaya bawang merah
Empati Warga Pidie Jaya: USK Kirim 1.050 Mahasiswa Bantu Bangun Usaha
PIDIE JAYA - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Wamendiktisaintek) Prof. Stella Christie, Ph.D., mengapresiasi...
Warga Aceh Ancaman Rabies: 1.830 Gigitan, Dua Korang Jiwa","PublicImpact":85,"Credibility":70,"Urgency":80,"Evidence":65,"LongTermValue":80,"Education":75,"FinalScore":78,"Summary":"Rabies masih endem
Hampir semua daerah di Aceh endemis rabies, kecuali Sabang dan Simeulue serta pulau-pulau sebelah barat Aceh.
: Warga Barsela Menunggu RS Meulaboh, Butuh Tambahan Rp50-100 M
Anggota Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) DPRA, Fuadri, mendesak Pemerintah Aceh memprioritaskan penyelesai


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.