News
Massa Pidie Jaya Geruduk Kantor Bupati, Tuntut Transparansi Dana BTT
09 Februari 2026 22:42
Massa dari Pidie Jaya menggelar aksi damai di kompleks Kantor Bupati Pidie Jaya, Senin (9/2/2026). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap penanganan pascabanjir bandang yang masih menimbulkan masalah bagi korban. Pendemo mengusung spaduk dan kertas karton bertuliskan kritik terhadap manajemen bencana oleh pemerintah setempat.
Massa yang bertahan di jalan terus melakukan orasi silih berganti, menyoroti penanganan pascabanjir yang masih meninggalkan luka mendalam bagi korban. Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, dan Wakil Bupati Hasan Basri hadir untuk bertemu dengan pendemo. Namun, saat tanya jawab antara Wakil Bupati dengan koordinator aksi sempat memanas.
Tuntutan Pendemo
- Pendemo menuntut transparansi penggunaan dana Balanja Tidak Terduga (BTT) tahun 2025.
- Pendemo menyoroti penanganan pascabanjir yang masih menimbulkan masalah bagi korban.
- Pendemo mengingatkan bahwa pascabanjir yang telah berjalan 74 hari masih mempora-porandakan Pidie Jaya.
- Pendemo menuntut agar penggunaan BTT dipublikasikan sehingga masyarakat mengetahuinya.
Tanggapan Bupati
Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, mengatakan bahwa penanganan korban terdampak menjadi prioritas utama pemerintah. Penggunaan dana tetap dilakukan secara terbuka. Percepatan pembangunan hunian sementara, penyaluran bantuan hingga perbaikan infrastruktur, serta penanganan air bersih, listrik, dan perbaikan akses jalan terus digenjot. Bupati juga mengingatkan bahwa percepatan pemulihan sangat penting menjelang bulan Suci Ramadhan, agar masyarakat terdampak dapat beribadah dengan lebih tenang melalui penyediaan hunian layak dan dukungan kebutuhan dasar.
"Kita memastikan seluruh aspirasi akan segera ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas sektor, guna mempercepat pemulihan dan memastikan korban terdampak segera bangkit," pungkasnya.
