Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Warga Masjid Tuha Pidie Jaya Dilatih Jurnalisme Warga Pascabanjir

05 Februari 2026 21:12

Di tengah upaya pemulihan pascabanjir, kebutuhan akan informasi yang akurat dan bertanggung jawab menjadi perhatian penting di tingkat komunitas. Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) bersama MIT Foundation memberikan edukasi standar jurnalisme warga kepada sekitar 40 warga Dusun Meunasah Lhoknga, Gampong Masjid Tuha, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Minggu (1/2/2026).

Edukasi ini menjadi bagian dari Aksi Kemanusiaan Batch 8 yang juga mencakup layanan kesehatan, pendampingan psikososial, serta penguatan Taman Baca Masyarakat. Sesi jurnalisme warga menyasar masyarakat yang kerap merekam dan membagikan informasi situasi bencana melalui telepon genggam dan media sosial.

Prinsip Dasar Jurnalisme Warga

Pemateri, Maulana Kamal, S.I.Kom, Edukator GEN-A, menekankan bahwa dokumentasi warga memiliki peran penting dalam situasi darurat, tetapi harus disertai tanggung jawab etik.

  • Akurat dan tidak menyesatkan: Video dan foto dari warga sering menjadi sumber informasi paling cepat di lapangan. Namun, tanpa keterangan yang jelas, konten bisa disalahartikan dan memicu kepanikan. Karena itu, identitas peristiwa harus lengkap.
  • Empati dan martabat: Pengambilan gambar penyintas harus menjunjung empati dan martabat. Anak-anak, orang sakit, dan korban yang sedang berduka tidak boleh diekspos tanpa izin.
  • Fakta dan opini: Warga juga diingatkan untuk membedakan fakta dan opini, serta menghindari narasi berlebihan.

Literasi Informasi dalam Bencana

Ketua Tim Reaksi Cepat GEN-A, dr. Intan Qanita, menilai literasi informasi menjadi bagian penting dari respons bencana modern. Menurutnya, arus informasi yang tidak terverifikasi dapat memperburuk situasi psikologis masyarakat terdampak.

  • Mencegah kecemasan: Di masa bencana, kabar yang salah bisa menambah kecemasan. Edukasi jurnalisme warga membantu masyarakat menjadi sumber informasi yang menenangkan dan dapat dipercaya.
  • Ketangguhan komunitas: Penguatan kapasitas warga dalam mengelola informasi merupakan bagian dari ketangguhan komunitas. Warga yang paham cara mendokumentasikan peristiwa dengan benar ikut melindungi komunitasnya dari hoaks dan salah persepsi.

Melalui pelatihan singkat ini, warga tidak hanya diajak menjadi perekam peristiwa, tetapi juga penjaga akurasi dan empati dalam setiap informasi yang dibagikan. Di tengah meningkatnya peran media sosial saat bencana, kemampuan tersebut dinilai semakin mendesak untuk dimiliki komunitas di tingkat akar rumput.

Warga Masjid Tuha Pidie Jaya Dilatih Jurnalisme Warga Pascabanjir
0123456789