News
123 Anak Bireuen Keracunan MBG, MaTA Desak Polisi Usut Tuntas
3 jam yang lalu
Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus keracunan massal yang menimpa 123 anak di Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen. Insiden ini terjadi setelah para siswa menyantap makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Koordinator MaTA, Alfian, menegaskan bahwa jumlah korban yang mencapai ratusan tidak bisa dianggap sepele. Ia meminta kepolisian bertindak cepat dan transparan dalam mengungkap penyebab kejadian. MaTA juga meminta kepolisian memastikan legalitas dapur SPPG yang beroperasi di Simpang Mamplam, termasuk kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Desakan MaTA
- MaTA mendesak polisi untuk mengusut tuntas kasus keracunan massal.
- Meminta kepolisian memastikan legalitas dapur SPPG dan kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
- Menolak pemberian uang Rp 200 ribu kepada korban sebagai pengganti tanggung jawab hukum.
- Mengingatkan agar program MBG tidak menjadi berbahaya bagi anak-anak.
Dampak dan Tanggung Jawab
- 123 anak mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG.
- MaTA meminta orang tua korban bersikap kritis dan menolak distribusi makanan dari dapur tersebut sebelum ada pertanggungjawaban yang jelas.
- Insiden ini terjadi pada 26 Februari 2026 dan masih dalam penyelidikan oleh aparat kepolisian.
