News
Kekeringan Mata Ie Aceh Besar: Faktor Musim dan Kerusakan Ekosistem
05 Februari 2026 14:46
Mata Ie di Kabupaten Aceh Besar kembali mengalami kekeringan. Praktisi dan akademisi lingkungan Aceh, TM Zulfikar, menjelaskan bahwa fenomena ini bukan baru dan terkait dengan siklus musim hujan dan kemarau di wilayah Aceh Besar. Wilayah Mata Ie termasuk zona musim Aceh empat, yang memiliki dua periode kemarau dan dua periode hujan setiap tahun. Debit air di sumber Mata Ie biasanya menurun drastis saat musim kemarau, ketika curah hujan rendah dan suhu panas tinggi menyebabkan penguapan air tanah dan permukaan.
Selain faktor musim, kerusakan ekosistem karst di kawasan Mata Ie juga memperburuk kondisi air. Kerusakan ini termasuk degradasi vegetasi penutup tanah dan perubahan bentuk lahan, yang menurunkan kemampuan wilayah menyimpan dan menyuplai air secara alami. Selain itu, penurunan luas hutan dan perubahan penggunaan lahan di Aceh dalam dua dekade terakhir juga mengurangi penyerapan air tanah dan mengubah pola aliran air.
Faktor-faktor yang memperburuk kekeringan di Mata Ie:
- Siklus musim hujan dan kemarau di Aceh Besar
- Kerusakan ekosistem karst di kawasan Mata Ie
- Penurunan luas hutan dan perubahan penggunaan lahan di Aceh
- Aktivitas penambangan batu gamping di Aceh Besar
TM Zulfikar menekankan bahwa kekeringan tahunan di Mata Ie terutama dipicu oleh faktor musiman dan kurangnya hujan, tetapi perubahan lingkungan dan kerusakan ekosistem di daerah hulu atau karst bisa saja memperburuk kondisi tersebut jika tidak dikelola secara baik.
