Timeline Aceh
ajnn.net
ajnn.net

Mata Ie Kering: Ahli Soroti Kerusakan Karst di Aceh Besar, Dampak Musim Kemarau dan Intervensi Manusia

05 Februari 2026 15:00

Mata Ie, sebuah mata air di Aceh Besar, mengalami kekeringan yang tidak biasa. Ahli Speleologi Aceh, Abdillah Imron Nasution, mengungkapkan bahwa kekeringan ini bukan hanya akibat musim kemarau, tetapi juga degradasi lingkungan karst di kawasan tersebut. Mata Ie dulunya dikenal sebagai mata air yang mengalir sepanjang tahun, tetapi kini telah berubah menjadi mata air periodik.

Abdillah menjelaskan bahwa kerusakan karst di Mata Ie disebabkan oleh perubahan fungsi lahan, aktivitas manusia, dan pembangunan di kawasan resapan air. Ia menilai bahwa setiap aktivitas di kawasan karst seharusnya didahului kajian komprehensif daya dukung lingkungan untuk kawasan karst.

Kerusakan Karst dan Dampaknya

  • Kerusakan Karst: Mata Ie mengalami kekeringan yang tidak pernah terjadi selama puluhan tahun sebelumnya.
  • Dampak Musim Kemarau: Kekeringan Mata Ie tidak hanya akibat musim kemarau, tetapi juga degradasi lingkungan karst.
  • Intervensi Manusia: Perubahan fungsi lahan, aktivitas manusia, dan pembangunan di kawasan resapan air memperparah kondisi.
  • Konservasi Kawasan Karst: Abdillah mendorong perlindungan menyeluruh kawasan karst untuk konservasi.

Abdillah juga menyebutkan bahwa kawasan karst berbeda dengan kawasan lainnya karena merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Ia mendorong penetapan kawasan bentang alam karst Mata Ie sebagai kawasan lindung agar semua aktivitas manusia di sana lebih terkendali dan mengarah pada konservasi.

Mata Ie Kering: Ahli Soroti Kerusakan Karst di Aceh Besar, Dampak Musim Kemarau dan Intervensi Manusia
0123456789