Kembalikriminal

: Warga Aceh Timur Khawatir Jalan Kuta Binjei–Alue Ie Mirah Retak

Penulis

serambinews.com

Tanggal

11 Mei 2026

: Warga Aceh Timur Khawatir Jalan Kuta Binjei–Alue Ie Mirah Retak

Proyek pengaspalan jalan ruas Kuta Binjei–Alue Ie Mirah, Kabupaten Aceh Timur, menjadi perdebatan setelah Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) menyampaikan dugaan korupsi kepada Polda Aceh. Proyek ini dibiayai dari Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit dengan total anggaran Rp17.425.512.000 dan terbagi menjadi dua paket pekerjaan.

Kualitas Konstruksi dan Transparansi Pengadaan

  • Proyek terdiri dari dua paket dengan total panjang 4,63 kilometer dan nilai kontrak Rp9.445.700.000 serta Rp7.979.812.000.
  • Pengawasan MaTA menemukan retak, lubang, dan pengelupasan aspal di berbagai titik hanya dua bulan setelah pekerjaan selesai (Agustus 2024).
  • BPK Perwakilan Aceh mengidentifikasi kekurangan volume pekerjaan yang berpotensi menimbulkan kerugian negara sekitar Rp3,09 miliar dari total nilai kontrak.
  • Dana proyek berasal dari DBH Sawit dan dikerjakan oleh CV AW Generation melalui mekanisme e‑katalog, namun tidak tercatat di sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).
  • MaTA meminta Polda Aceh menuntut semua pihak yang terlibat sebagai tersangka dalam Tipidkor dan menegaskan dukungan terhadap proses penyelidikan yang sedang berjalan.
  • Warga Aceh Timur mengaku menunggu infrastruktur jalan ini selama hampir dua puluh tahun untuk mendukung aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari‑hari.
Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.