Kembalikriminal

Warga Aceh Timur Khawatir Jalan Retak Ancam Akses Ekonomi","PublicImpact":85,"Credibility":70,"Urgency":75,"Evidence":80,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":77,"Summary":"MaTA melaporkan du

Penulis

ajnn.net

Tanggal

11 Mei 2026

Warga Aceh Timur Khawatir Jalan Retak Ancam Akses Ekonomi","PublicImpact":85,"Credibility":70,"Urgency":75,"Evidence":80,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":77,"Summary":"MaTA melaporkan du

MaTA mengadukan dugaan korupsi dan kualitas rendah pada proyek pengaspalan jalan Kuta Binjei–Alue Ie Mirah di Aceh Timur, nilai proyek Rp17,4 miliar yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Sawit.

Lapangan menunjukkan retakan, pelupasan aspal, dan lubang pada permukaan jalan mulai ditemukan sekitar dua bulan setelah pekerjaan selesai pada Agustus 2024, sementara Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Aceh mencatat kekurangan volume pekerjaan yang berpotensi menimbulkan kerugian negara sebesar Rp3,09 miliar.

Transparansi Pengadaan dan Dampak Sosial

  • Proyek terdiri dari dua paket: 3,08 kilometer (Rp9,45 miliar) dan 1,55 kilometer (Rp7,98 miliar).
  • Pengawasan MaTA menemukan kerusakan permukaan jalan mulai dua bulan setelah penyelesaian.
  • BPK Perwakilan Aceh menyebutkan potensi kerugian negara sebesar Rp3,09 miliardan akibat kurang volume pekerjaan.
  • Proyek dikerjakan oleh CV AW Generation melalui mekanisme e-catalog, namun data proses tender tidak tercatat di sistem LPSE.
  • Warga menilai jalan penting untuk akses ekonomi setelah menunggu hampir dua puluh tahun.
  • MaTA meminta Polda Aceh menyelidiki kasus ini secara menyeluruh dan menegakkan hukum.
Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.