Timeline Aceh
ajnn.net
ajnn.net

RSUD Aceh Terekik Utang, Pengamat Sebut Butuh Suntikan APBD Darurat

16 Februari 2026 08:30

Mayoritas rumah sakit umum daerah (RSUD) di Aceh mengalami krisis keuangan serius. Pengamat keuangan rumah sakit, Muhammad Yassir, menyebut rasio utang terhadap pendapatan beberapa RSUD sudah melebihi batas aman, bahkan ada yang masuk kategori darurat.

Menurut Yassir, rasio utang terhadap pendapatan (debt to revenue ratio) merupakan indikator utama untuk membaca kesehatan finansial rumah sakit. Rasio ini membandingkan total utang dengan total pendapatan tahunan. Jika rasio 100 persen, berarti seluruh pendapatan rumah sakit selama setahun setara dengan total utang yang dimiliki.

Krisis Keuangan RSUD Aceh

  • Rasio utang melebihi 100 persen: Mayoritas RSUD di Aceh memiliki rasio utang yang melebihi 100 persen, yang mengancam operasi harian rumah sakit.
  • RSUD Sultan Iskandar Muda Nagan Raya: Memiliki rasio utang sekitar 668 persen, membutuhkan hampir tujuh tahun pendapatan untuk menutup utang saat ini.
  • Klaim bebas utang: Salah satu RSUD menyatakan bebas utang pada 2024, meski rasio utangnya tercatat 256 persen.
  • Peran pemerintah: Pengamat keuangan rumah sakit, Muhammad Yassir, menyebut kepala daerah sebagai pemilik rumah sakit tidak boleh lepas tangan. Gubernur, bupati, dan wali kota wajib menjamin keberlangsungan layanan melalui dukungan anggaran.

Yassir menilai dukungan politik untuk sinkronisasi anggaran sangat mendesak agar rumah sakit tidak kolaps. Untuk rumah sakit dengan rasio di atas 100 persen, pemilik wajib hadir memberi suntikan dana atau jaminan likuiditas lewat APBD. Tanpa itu, risikonya bisa kolaps.

Manajemen rumah sakit juga harus memperketat pengendalian komitmen belanja. Setiap komitmen belanja tanpa perhitungan matang itu sama saja sengaja menggali lubang defisit yang lebih dalam.

RSUD Aceh Terekik Utang, Pengamat Sebut Butuh Suntikan APBD Darurat
0123456789