News
Medco E&P Pulihkan Akses 31 Desa di Aceh Timur Pascabanjir, Warga Bisa Mobilitas Kembali
26 Januari 2026 13:36
Banjir yang melanda Aceh Timur pada November 2025 meninggalkan dampak yang cukup parah, terutama di 31 desa yang terisolasi. Akses mobilitas warga dan distribusi logistik terhambat, membuat pemulihan pascabanjir menjadi prioritas utama.
PT Medco E&P Malaka dan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur untuk memulihkan akses mobilitas di 31 desa yang terdampak. Sebanyak 27 unit alat berat, termasuk excavator, bulldozer, dan dump truck, dikerahkan untuk membuka kembali jalan penghubung di delapan kecamatan.
Upaya Pemulihan
- 12 unit excavator, 4 unit bulldozer, 3 unit backhoe loader, 6 unit grader, dan 2 unit dump truck dikerahkan sejak 2 Desember 2025.
- Pengerahan alat berat dilakukan di delapan kecamatan: Julok, Simpang Ulim, Pante Bidari, Nurussalam, Birem Bayeun, Peunaron, Idi Tunong, dan Peureulak.
- Selain penanganan jalan, upaya pemulihan juga dilakukan di RSUD Sultan Abdul Azis Peureulak melalui pembersihan area terdampak agar layanan kesehatan kembali optimal.
Dampak dan Komitmen
- Distribusi bantuan logistik dan mobilitas warga dapat kembali berjalan dengan lebih cepat dan tepat.
- Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, mengapresiasi langkah cepat Medco E&P dalam membantu masyarakat pascabanjir.
- Medco E&P berkomitmen mendukung program penanggulangan darurat akibat bencana alam sesuai kebijakan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur.
Dukungan dari PT Medco E&P Malaka menjadi salah satu kolaborasi aktif Pemerintah Kabupaten dengan pihak swasta sejak dari masa tanggap darurat hingga fase pemulihan. Ini diharapkan menjadi dorongan bagi semua pihak untuk bersinergi menuju Aceh Timur bangkit pascabanjir.
Sinergi Pemulihan
- Kolaborasi antara pemerintah, BPMA, dan Medco E&P menunjukkan pentingnya sinergi dalam pemulihan pascabanjir.
- Upaya ini tidak hanya memulihkan akses mobilitas, tetapi juga mendukung layanan kesehatan dan distribusi logistik.
- Warga Aceh Timur dapat kembali beraktivitas dengan normal, berkat dukungan dari berbagai pihak.
