Melinjo, atau yang dikenal sebagai mulieng oleh masyarakat Aceh, bukan sekadar tanaman pekarangan biasa. Di Pidie dan Pidie Jaya, melinjo telah menjadi penopang utama industri emping yang mengakar kuat dan menopang ekonomi ribuan keluarga. Tanaman ini tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga menjadi simbol budaya dan identitas masyarakat setempat.
Sejak masa Kesultanan Aceh, melinjo telah ditanam dan diolah menjadi emping, sebuah produk kuliner yang kini dikenal luas di Indonesia dan bahkan diekspor ke berbagai negara. Proses pengolahan emping melibatkan banyak tenaga kerja, terutama perempuan, yang bekerja dari rumah mereka. Ini menciptakan struktur ekonomi kerakyatan yang tahan terhadap krisis, seperti yang terbukti selama pandemi Covid-19.
Peran Melinjo dalam Ekonomi Pidie Raya
- Penyerapan Tenaga Kerja: Sekitar 45.000–50.000 tenaga kerja, mayoritas perempuan, terserap dalam mata rantai produksi emping.
- Nilai Ekonomi: Dengan produksi biji mentah mencapai 15.000–20.000 ton per tahun, nilai ekonomi tahunan mencapai ratusan miliar rupiah.
- Ketahanan Ekonomi: Usaha emping tetap berkibar dan menopang perekonomian dua daerah itu, bahkan saat sektor formal goyah.
Pelestarian dan Regenerasi
- Program Reboisasi: Pada awal 2025, program reboisasi dan kewajiban tanam bagi aparatur sipil negara digalakkan untuk meregenerasi pohon-pohon tua yang produktivitasnya menurun.
- Monumen Aneuk Mulieng: Di Kota Sigli berdiri Tugu Aneuk Mulieng sebagai simbol penghargaan terhadap sejarah sosial-ekonomi komoditas ini.
Melinjo tidak hanya menjadi komoditas ekonomi, tetapi juga merepresentasikan hubungan manusia dengan tanah, kerja, dan sejarahnya. Ia menghubungkan masa Kesultanan Aceh dengan pasar global modern, menghubungkan otoritas adat dengan ketekunan perempuan desa, dan menghubungkan halaman rumah dengan kontainer ekspor. Setiap biji yang ditumbuk mengandung jejak waktu—dari akar yang mencengkeram tanah hingga tangan-tangan yang memipihkannya menjadi emping tipis.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaWarga Sabang Hadapi TPA Lhok Batee Hampir Penuh, Sisa Kapasitas Satu Tahun
Persoalan sampah di Kota Sabang dinilai mulai memasuki fase yang mengkhawatirkan.
Petani sawit Aceh Tamiang terkena harga TBS turun tajam hingga Rp2.120/kg
Dalam hitungan pekan, harga yang sebelumnya sempat menyentuh kisaran Rp3.300 per kilogram kini merosot tajam menjadi hanya Rp2.120 per
Petani Bireuen Tenang, Air Pump Dibangun untuk Sawah","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":70,"Evidence":80,"LongTermValue":80,"Education":70,"FinalScore":79,"Summary":"Kementerian PertanianRI
Kementerian Pertanian (Kementan) RI membangun 82 unit sarana air pump di Kabupaten Bireuen untuk mendukung
Warga Aceh Besar Menanti Daging Kurban dari 170 Hewan","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":60,"Evidence":90,"LongTermValue":60,"Education":60,"FinalScore":77,"Summary":"Madrasah di Aceh Besar
Madrasah di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar menyembelih sebanyak 170 hewan kurban pada


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.