News
12 Ribu Warga Aceh Masih di Tenda Saat Ramadan, Pemulihan Terhambat
20 Februari 2026 22:59
Memasuki bulan Ramadan 1447 Hijriah, 12.144 warga Aceh masih bertahan di tenda pengungsian pascabencana banjir besar yang melanda akhir November 2025. Data dari Pemerintah Aceh menunjukkan penurunan drastis jumlah pengungsi hingga 99,1 persen dari kondisi awal yang mencapai sekitar 1,4 juta jiwa. Namun, angka tersebut menandakan proses pemulihan belum sepenuhnya tuntas.
Sisa pengungsi terkonsentrasi di beberapa wilayah, dengan jumlah terbesar berada di Kabupaten Aceh Utara yang mencapai 5.197 jiwa. Banjir besar tersebut berdampak luas di 18 dari 23 kabupaten/kota di Aceh, meliputi 203 kecamatan dan 3.046 gampong/desa. Dampak kerusakan juga tergolong masif dengan 78.628 unit rumah rusak dan 21 gampong hilang.
Dampak dan Upaya Pemulihan
- 562 orang meninggal dunia dan 29 lainnya masih dinyatakan hilang akibat bencana tersebut.
- Dari total rencana 14.967 unit hunian sementara (huntara), sebanyak 6.676 unit atau 45 persen telah terbangun.
- Pembangunan hunian tetap (huntap) masih berjalan lambat, dengan hanya 302 unit atau 3,3 persen yang terealisasi dari target 9.246 unit.
- Pemerintah Aceh memprioritaskan penyelesaian huntara dengan target rampung sebelum Hari Raya Idul Fitri untuk mempercepat relokasi warga dari tenda darurat ke hunian yang lebih layak.
